Apa kata mu… Wabah outsourcing

Umum July 4th, 2008

Salah satu tren dalam bidang inovasi belakangan ini adalah kecendrungan negara-negara maju seperti US, Jepang, dan negara-negara Eropa Barat mengalihkan departemen R&D dan upaya-upaya inovasi mereka ke negara-negara berkembang. Cina, India, dan negara-negara Eropa Timur menjadi tujuan utama pengalihdayaan (outsourcing) tersebut; dan negara-negara Asia lainnya (seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina) dan Afrika Selatan menyusul di belakang.

Tentu itu merupakan sebuah tren yang cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya proses atau aktivitas yang dialihdayakan umumnya bukan merupakan proses yang termasuk kompetensi inti perusahaan. Sedangkan R&D dan inovasi, seperti yang kita ketahui, sering dianggap sebagai kompetisi inti perusahaan.

Kenapa perusahaan di negara-negara maju bersedia melakukan hal tersebut? Katakanlah biaya R&D di negara-negara berkembang lebih murah, tetapi bukankah itu beresiko dalam jangka panjang terutama mengingat adanya kemungkinan kebocoron hasil-hasil riset karena infrastruktur perlindungan hukum hak cipta intelektual di negara-negara berkembang belum sesempurna di negara-negara maju?

Biaya, tentu saja, adalah salah satu alasan utama. Beberapa negara berkembang menawarkan insentif bagi perusahaan dari negara maju yang mendirikan pusat R&D di tanah negerinya. Cina malah mengeluarkan peraturan yang mengharuskan perusahaan multinasional yang ingin mengakses pasar Cina harus membuka pabrik di negeri Tirai Bambu tersebut.

Tetapi tidak itu saja yang menjadi motor pendorong. Pendorong lainnya adalah kekurangan tenaga kerja ahli di dalam negeri masing-masing. Jumlah insinyur warga negara US tidak mencukupi kebutuhan dalam negerinya. Selain karena pergeseran demografis (semakin sedikitnya jumlah anak per penduduk dan semakin banyaknya jumlah manula), mahasiswa setempat kurang berminat masuk ke jurusan sains dan engineering. Sementara di sisi dunia lain, para mahasiswa dari India dan Cina justru berduyun-duyun masuk ke jurusan-jurusan sains dan engineering. Ketika sekolah-sekolah di US menghasilkan sekitar 250 ribu lulusan di bidang teknologi, Cina menghasilkan 650 ribu lulusan di bidang yang sama. Memang kita bisa memperdebatkan perbedaan mutu lulusan kedua negara, namun tidak semua pekerjaan riset membutuhkan lulusan dari sekolah terbaik. Selama pengetahuan dasar yang dibutuhkan mencukupi, pelatihan internal di perusahaan yang ditambah dengan on job training mampu menutupi kekurangan lulusan negara-negara berkembang tersebut

Outsourcing dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia diartikan sebagai pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa tenaga kerja. Pengaturan hukum outsourcing di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 (pasal 64, 65 dan 66) dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia No.Kep.101/Men/VI/2004 Tahun 2004 tentang Tata Cara Perijinan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh (Kepmen 101/2004).

Perlu diingat, bahwa outsourcing bukanlah suatu hal yg konotasinya buruk karena bila perusahaan asing membuka pabrik, berarti membuka lapangan kerja baru. Negara kapitalis sendiri memiliki hukum yg mengatur jalannya proses seperti outsourcing yg bertujuan agar semua pihak merasa adil dan fair. Masalah kecurangan2 yg dilakukan oleh business-people negara maju, itu bukan berasal dari ideologi negara tetapi masalah etika individu. DAn tentunya, kalau ketahuan orang2 bisnis ini berbuat tidak adil, mereka akan dijatuhkan hukuman sesuai hukum yg berlaku.

lebih menguntungkan. salah satu contohnya ialah tidak memiliki uang atau tunjangan pensiunan. kasihankan jadinya buruh, oleh karena itu kita harus menolaknya. inilah kepintaran dari para kapitalis

——————————————————————

APA KATAMU………….

(sampaikan koment anda disini)

 

Tags:

Kebun teh WONOSARI

Uncategorized May 11th, 2008

Kemarin tanggal 7-8 Mei 2008, aku menghadiri acara Forum Komunikasi HRD BUMN se JAwatimur . Beberapa undangan antara lain : Petro Kimia Gresik, Semen Gresik Group, , PT INKA, PTPN XI dan PTPN XII selaku tuan rumah. dan BUMN2 lainnya.

Acara yang diselenggarakan di PTPN XII di Kebun teh Wonosari ini sangat menarik. DIkemas serileks mungkin tanpa mengabaikan maksud dan tujuan dari Forum Komunikasi ini. Forum yang mengedepankan bertukar informasi dalam menghadapi permasalahan di HRD/ SDM agar bisa dishare.

HAri pertama….”Dingin apa Seger yaa….?”

[AKu datang sampai di lokasi pukul 15.20 an bersama rekan sekerja. BP Tri Harjono, Djoko Purwoko. Sebuah kawasan wanawisata di lereng gunung arjuna. sekitar 6 km dari pasaar Lawang kearah barat. Kesan pertama terasa “Sejuk, Asri dan seger…”.

Kami langsung menuju ke cottage KAkao.. letaknya paling ujung.. sebalumnya kami mampir di receptcionis untuk mengambil kunci kamar.

Setelah sholat Isya’.. kami berkumpul di restorasi .. makan malam diiringi hiburan solo organ. DIngin ? pastii… karena kami diketinggian sekitar 900 m

Kami berkenalan, ngobrol dan diskusi kebijakan dan kondisi dimasing-masing perusahaan. Ada DPLK, Jaminan Kesehatan, Pensiun, SPPD , Gaji dan masih banyak lagi. Berbagi cerita guna mengetahui apa yang bisa di adop dimasing2 perusahaan dengan pengalaman teman2 di perusahaan alin

Hebat.. RUAR BIASA kesan yang kudapat atas manfaat yang kuterima. dan yang tidak kalah pentingnya. cara penyambutan mereka yang rileks dan sangat bersahaja layaknya keluarga jauh yang datang sehingga di sambut dengan pelayanan yang simple, praktis dan penuh kesan. ada satu yang paling kusuka disini.. kopi blender langsung.. tanpa campuran. PAITTTT tapi NIKMAT. Kopi dan Teh adalah salah satu unggulan di PTPN XII ini. Mereka mampu menampilkan Unggulan tanpa harus terkesan melebih2 kan.

Tak trerasa lagu demi lagu sudah dilantunkan penyanyi yang sengaja diundang tuan rumah untuk menghibur kami diiringi solo organ. Sesekali dia menghampiri dan menyapa undangan untuk ikut bernyanyi. suasana cair banget… sampai-sampai takterasa jam sudah menunjuk angka 11 malam. ngantuk juga…

kami pun kembali ke cottage masing-masing untuk dilanjutkan pagi besok.. dengan agenda jalan-jalan “Teawalk”

……………. tidur dulu yaaa… besokn ceita aku lanjutkan”

bersambung ..

Tags: ,