Dibayar karo duit cap godong
EKONOMI & BISNIS, Pribadi, SOSIAL BUDAYA, Umum, Usaha kita September 20th, 2007
Sudah bukan rahasia lagi, kalau usaha yang perputaran uangnya sangat cepat menjadi daya tarik “magnet” tersendiri bagi para pelaku bisnis. apapun barangnya tidak menjadikan masalah yang penting jadi “uang”. Ingat beberapa hari yang lalu kita dihebohkan dengan kehadiran ikan Arwana. Beberapa waktu kemudian berganti dengan ikan Louhan.. konon harganya bisa ratusan juta. Ini trend yang saat itu menjadikan daya tarik yang kuat bagi pelaku bisnis. Solo , kartasura, Karanganyar dan sekitarnya sebagai pusat perputaran nya.
Sedangkan di dunia tanaman hias ada yang lebih hebat lagi. Beberapa waktu yang lalu adanya tanaman “Adenium” atau gampangnya kamboja jepang, bentuk unik besar menjadikan harga selangit.
Beberapa saat kemudian hadir bunga “Gelombang Cinta” yang konon ada yang bilang karena daunnya yang bergelombang dan indah menjadikan nilai lebih dan mahal dipasaran hingga sempat hilang dipasaran. belum hilang ketangguhan tanaman ini dalam menyedot masyarakat menjadi pecinta, pemerhati dan pedagang dadakan muncul lagi tanaman lama dengan daya tarik lebih kuat dengan nama beken Jenmani (anthurium2 an) .
Bahkan konon ada yang berani menawar 1 milyard… Edan dan fantastis kata2 yang tepat untuk menggambarkan. Bahkan bibit kecambahnya saja sudah laku ratusan ribu

![]()
Harga “ra umum” menjadikan semua pada berebut rejeki disini, dari petani, guru, pegawai banyak yang mencoba ikut mengais rejeki di perdagangan komoditi “ra umum” ini. Banyak yang kaya mendadak tapi pasti juga banyak yang “gelo/ edan” mendadak juga. Seperti hukum pasar.. bila perputarannya sangat tinggi tentu menjanjikan keuntungan tinggi pula dengan resiko yang besar pula. bila semakin kuat dorongan pasar akan meningkatkan modus kejahatan dalam bisnis ini, pemalsuan, penipuan , perampokan , pencurian dll.
Seperti kata pepatah orang dahulu tidak salah sepertinya “opo kate dibayar karo duit cap godong opo” kenyataanya sekarang ada. bahkan anak-anak kecil dahulu yang mainan daun sebagai alat tukar “duit-duitan” menjadi kenyataan.. hakekatnya ya duit jual godong.
Apapun kenyataannya , jangan mudah “Wah” tapi yakin pasti ada masanya.. jadi kita tidak ikut dalam ketidak tahuan. Ayooo siaa mau ikut dagang jenmani?
penulis
About



