Dari sekian tayangan TV yang paling aku nanti-nati adalah tayangan KickAndy
Kenapa?
Banyak tayangan yang “mengasah pikiran “tapi belum banyak tayangan yang “mengasah hati”
inilah salah satunya yang mengasah hati. yang menjadikan hati kita menjadi “kaya” tidak gersang dan kering
Andy’s Diary -metro tv
Tahun baru, semangat baru. Itu harapan kami dari tim Kick Andy. Karena itu pula Andy’s Diary kali ini kembali mencuplik beberapa episode yang membangkitkan semangat kita.
Simak saja kisah tentang Patricia, seorang wanita yang terlahir tanpa tangan dan kaki yang sempurna. Dengan keterbatasan itu Patricia tetap tegar menghadapi hidup. Dengan kakinya dia melukis. “Saya tidak ingin orang membeli lukisan saya karena kasihan. Saya ingin orang menghargai lukisan saya karena memang mereka suka,” ujarnya.
Cacat fisik tidak juga membuat Patricia merasa minder dan menarik diri dari pergaulan. Tuhan maha besar. Seorang pemuda tampan berkebangsaan Australia, yang secara fisik normal, melamarnya. Mereka lalu bertunangan. Happy ending.
Masih ingat dua anggota TNI yang lumpuh akibat kecelakaan saat bertugas? Kopda Agus Sugiharto lumpuh karena terjun payung sementara Serda Hadi Suyatno harus duduk di kursi roda akibat amunisi yang harus dimusnahkannya meledak.
Namun mereka berdua pantang mengeluh. Dengan semangat yang luar biasa, keduanya berlatih tennis lapangan dan meraih sejumlah prestasi tingkat internasional.
Banyak orang mengeluh dan merasa hidup ini tidak adil. Mereka merasa menjadi orang paling menderita di dunia. Tuhan pun mereka hujat atas nasib yang menimpa mereka. Tapi apakah setelah melihat episode-episode yang ditayangkan di Andy’s Diary mereka masih merasa sebagai manusia paling menderita?
Silakan simak cerita tentang sekelompok penari tunarungu dan tunagrahita. Tidak tampak sedikit pun duka di wajah mereka. Dengan gembira mereka menari dan berhasil menyabet berbagai penghargaan di kompetisi dunia.
Begitu juga dua perempuan yang walau buta tetap gembira menyanyi dengan suara yang luar biasa. “Kalau diperhatikan sepintas, kita tidak menyangka mereka bukan orang-orang yang normal secara fisik,” tutur Lies Kusbiono, Ketua Yayasan GR Siswa, tempat para penari dan penyanyi tersebut bernaung.
Jika fisik Anda normal dan kerap merasa paling menderita, sebaiknya Anda menyaksikan juga bagaimana Lestary Lenes, yang tingginya cuma 75 cm, menjalani hidup dengan riang gembira. Dalam menjalani aktivitas hidupnya sebagai penyiar radio dan guru bahasa Ingris untuk anak-anak, Lestary terpaksa harus dibopong kakaknya. Sang kakak, seorang guru wanita, mengaku tidak keberatan melakukan “pekerjaan” itu di kala tidak mengajar. “Saya tidak malu punya adik seperti ini,” ujarnya.
Andy’s Diary juga mencuplik episode “Veteran VS Naga Bonar” yang membangkitkan semangat patriotisme kita. Pasalnya di situ diceritakan kisah seorang veteran yang dulu berjuang bagi kemerdekaan tetapi kini harus berjuang menghadapi kerasnya kehidupan.
Dedy Mizwar, pemeran “Naga Bonar”, juga hadir dan mengungkapkan penghayatannya sebagai seorang veteran dalam film “Naga Bonar Jadi 2”. Pada episode ini Anda akan menyaksikan bagaimana para veteran yang hadir di studio secara serempak menyanyikan lagu “Padamu Negeri”.
Banyak juga orang yang merasa putus asa dan frustasi hanya karena lahir dari keluarga tidak mampu. Tapi, Kangen Band menggugah kesadaran kita bahwa keterbatsan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk menggapai sukses. Melalui kerja keras, kelompok musik asal lampung yang semua anggotanya lahir dari keluarga miskin ini, bisa meraih sukses. Merka membuktikan semua orang memiliki peluang untuk mengubah nasibnya. Tidak perduli dia anak tukang becak atau tukang cendol.
Jika Anda menonton episode “Setetes Embun di Padang Gersang”, tentu Anda ingat pada figur Pak Mahmud sang kepala sekolah yang jadi pemulung. Ketika kisah kehidupannya diangkat dalam film dokumenter “Kepala Sekolahku Pemulung”, terungkap bahwa istri pak Mahmud, Ibu Jumiati, mengidap tumor otak. Seharusnya tumor tersebut diangkat. Namun apa daya mereka tidak mampu menanggung biaya operasi dan perawatan yang relatif besar. Selama ini pilihan yang bisa mereka jangkau adalah pengobatan alternatif yang biayanya relatif murah.
Akibatnya, ketika muncul di Kick Andy, kondisi Ibu Jumiati sudah parah. Jika tidak segera dioperasi, Ibu Jumiati terancam buta. Kembali Tuhan memperlihatkan kuasanya. Dengan cara-Nya, Tuhan membuka jalan. Ibu Jumiati akhirnya bisa dioperasi. Setelah 12 jam dibedah oleh para dokter ahli syaraf, tumor yang sudah membesar di dalam kepalanya berhasil dikeluarkan.
(www.kickandy.com)