Sebuah apreisiasi atas kejadian setiap hari yang aku liat, aku rasa dan aku alami

Fokus Oha


Archive for the ‘Kesehatan’


TAHUKAH ANDA..? 0

Posted on September 07, 2007 by Rohadi

PENGELOLAAN DARAH & BIAYA PENGGANTIAN PENGELOLAAN (Service Cost )
Upaya kesehatan Transfusi Darah adalah upaya kesehatan yang bertujuan agar penggunaan darah berguna bagi keperluan pengobatan dan pemulihan kesehatan . Kegiatan ini mencakup antara lain :pengerahan donor,penyumbangan darah, pengambilan, pengamanan, pengolahan, penyimpanan, dan penyampaian darah kepada pasien.

Kegiatan tersebut harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sesuai standar yang telah ditetapkan, sehingga darah yang dihasilkan adalah darah yang keamanannya terjamin. Demikian juga dengan donornya, donor yang menyumbagkan darahnya juga tetap selalu sehat.

Kelancaran pelaksanaan upaya kesehatan transfusi darah di atas sangat terkait dengan dukungan faktor ketenagaan, peralatan, dana dan sistem pengelolaannya yang hakikatnya kesemuanya itu memerlukan biaya.

Biaya yang dibutuhkan untuk proses kegiatan tersebut diatas adalah biaya pengelolaan darah ( Service Cost) , yang pada prakteknya manfaatnya ditujukan kepada pengguna darah di rumah sakit. Penarikan service cost/biaya pengelolaan darah untuk pemakaian darah dilakukan semata-mata sebagai penggantian pengelolaan darah sejak darah diambil dari donor sukarela sampai darah ditransfusikan pada orang sakit dan bukan untuk membayar darah.

Pengelolaan Darah
Yang dimaksud dengan pengelolaan darah adalah tahapan kegiatan untuk mendapatkan darah sampai dengan kondisi siap pakai, yang mencakup antara lain :

  • Rekruitmen donor.
  • Pengambilan darah donor.
  • Pemeriksaan uji saring.
  • Pemisahan darah menjadi komponen darah.
  • Pemeriksaan golongan darah.
  • Pemeriksaan kococokan darah donor dengan pasien.
  • Penyimpanan darah di suhu tertentu
  • Dan lain-lain.

Untuk melaksanakan tugas tersebut dibutuhkan sarana penunjang teknis dan personil seperti :

  • Kantong darah.
  • Peralatan untuk mengambil darah.
  • Reagensia untuk memeriksa uji saring, pemeriksaan golongan darah, kecocokan darah donor dan pasien.
  • Alat-alat untuk menyimpan dan alat pemisah darah menjadi komponen darah.
  • Peralatan untuk pemeriksaan proses tersebut.
  • Pasokan daya listrik untuk proses tersebut dan
  • Personil PMI yang melaksanakan tugas tersebut

Peranan ketersediaan prasarana di atas sangat menentukan berjalannya proses pengolahan darah. Untuk itu pengadaan dana menjadi penting dalam rangka menjamin ketersediaan prasarana tersebut, PMI menetapkan perlunya biaya pengolahan darah ( service cost).

“Service Cost “
Besarnya jumlah Service Cost yang ditetapkan standar oleh PMI adalah sebesar Rp 128.500,- Namun demikian dalam prakteknya di beberapa rumah sakit, terutama swasta, jumlahnya bisa disesuaikan dengan keadaan RS-nya. oleh karena adanya kebijakan “subsidi silang”. Bagi yang tak mampu, pembebasan service cost juga dapat dikenakan sejauh memenuhi prosedur administrasi yang berlaku.

“Service cost” tetap harus dibayar walaupun pemohon darah membawa sendiri donor darahnya. Mengapa demikian? Karena bagaimanapun darah tersebut untuk dapat sampai kepada orang sakit yang membutuhkan darah tetap memerlukan prosedur seperti tersebut diatas.

Demikian pula Service Cost tetap ditarik walaupun PMI telah menerima sumbangan dari masyarakat karena hasil sumbangan masyarakat tersebut masih jauh dari mencukupi kebutuhan operasional Unit Darah Daerah PMI DKI Jakarta.
Penarikan service cost di Jakarta khususnya dapat dilakukan di :
+ Rumah Sakit
Rumah sakit yang sudah mempunyai Bank Darah atau yang belum mempunyai Bank Darah tetapi permintaan darahnya banyak.
Kemudian UTDD PMI DKI akan menagih setiap bulan ke rumah sakit tersebut, berdasarkan jumlah pemakaian darah.

+ UTDD ( Unit Transfusi Darah Daerah ) PMI DKI Jakarta
Untuk rumah sakit-rumah sakit yang letaknya jauh dari UTDD dan permintaan darahnya sedikit/jarang maka service cost akan ditarik langsung oleh UTDD.
Setiap pembayaran service cost disertai tanda bukti pembayaran yang sah dari rumah sakit atau dari UTDD PMI DKI Jakarta.

kembali ke atas

4. PEMAKAIAN DARAH
+ Pemecahan Darah menjadi Komponen
Darah terdiri dari bagian-bagian atau komponen darah dengan fungsinya masing-masing. Komponen-komponen darah yang penting adalah eritrosit, leukosit, trombosit, plasma dan faktor pembekuan darah. Dengan kemajuan teknologi kedokteran, komponen-komponen darah tersebut dapat dipisah-pisahkan dengan suatu proses.

+ Pengguna Darah sesuai Komponen
Keuntungan terapi komponen darah, bagi penderita jelas, oleh karena hanya menerima komponen darah yang dibutuhkan.
Darah dapat pula disimpan dalam bentuk komponen-komponen darah yaitu: eritrosit, luekosit, trombosit, plasma dan faktor-faktor pembekuan darah dengan proses tertentu yaitu dengan Refrigerated Centrifuge.

kembali ke atas

5. GOLONGAN DARAH
Apakah Golongan Darah itu?
Golongan darah ditentukan adanya suatu zat/antigen yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam system ABO yang ditemukan Lansteiner tahnu 1900, golongan darah dibagi:

Gol Sel Darah Merah Plasma

Siapa yang menemukan asal muasal golongan darah pada manusia?
Landsteiner adalah orang yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam ABO system pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan dilakukan dengan melakukan reaksi antara sel darah merah dan serum dari donor. Hasilnya adalah dua macam reaksi dan dan satu macam tanpa reaksi. Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau samasekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.

Lantas, siapa yang menemukan golongan darah AB?
Von Decastello dan Sturli pada tahun 1901 yang menemukan golongan darah AB di mana kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibody.

Apakah Rh/Rhesus Faktor itu?
Rh Faktor adalah juga semacam sistem golongan darah, dengan melihat ada/tidak adanya antigen Rh di dalam sel darah merahnya.

Apakah ada macam golongan darah lain?
Selain ABO dan Rh, masih ada banyak sistem penggolongan darah menurut antigen yang terdapat dalam sel darah merah antara lain : MWSP, Lutheran, Duffy, Lewis, Kell dan sebagainya.

Berapa kalikah kita boleh menyumbangkan darah?
Sebaiknya secara teratur, maksimal 4-6 kali setahun, atau 2-3 bulan sekali penyumbangan dengan jarak waktu sangat dekat adalah sangat berbahaya karena tidak baik untuk kesehatan.

Viewed 145 times by 62 viewers

DONOR 1

Posted on September 07, 2007 by Rohadi

Donor

a. Syarat-syarat Teknis Menjadi Donor Darah :

  • umur 17 - 60 tahun
    ( Pada usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat ijin tertulis dari orangtua. Sampai usia tahun donor masih dapat menyumbangkan darahnya dengan jarak penyumbangan 3 bulan atas pertimbangan dokter )
  • Berat badan minimum 45 kg
  • Temperatur tubuh : 36,6 - 37,5o C (oral)
  • Tekanan darah baik ,yaitu:
    Sistole = 110 - 160 mm Hg
    Diastole = 70 - 100 mm Hg
  • Denyut nadi; Teratur 50 - 100 kali/ menit
  • Hemoglobin
    Wanita minimal = 12 gr %
    Pria minimal = 12,5 gr %
  • Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali, dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

b. Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:

  • Pernah menderita hepatitis B
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah transfusi
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tattoo/tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
  • Dalam jangka wktu 6 bulan sesudah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
  • Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, cholera, tetanus dipteria atau profilaksis
  • Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, tetanus toxin.
  • Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
  • Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
  • Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transpalantasi kulit.
  • Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan.
  • Sedang menyusui
  • Ketergantungan obat.
  • Alkoholisme akut dan kronik.
  • Sifilis
  • Menderita tuberkulosa secara klinis.
  • Menderita epilepsi dan sering kejang.
  • Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk.
  • Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polibetemiavera.
  • Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril)
  • Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.

BAGAIMANA MENDAPATKAN DARAH
a. Prosedur Permintaan Darah

  • Dokter yang merawatlah yang menentukan pasien membutuhkan darah atau tidak
  • Membawa formulir khusus rangkap 4 atau 5 untuk permintaan darah yang telah diisi oleh dokter yang merawat disesrtai contoh darah pasien dengan identitas yang jelas.
  • Formulir dan contoh darah tersebut dikirim ke Bank Darah di rumah sakit atau laboratorium UTDC PMI setempat. Untuk Daerah Jakarta, darah dapat diperoleh di UTDD PMI DKI Jakarta, Jl. Kramat Raya No.47, apabila persediaan darah yang diminta oleh dokter tidak ada di bank darah rumah sakit tmaka bawalah donor pengganti ke UTDC setempat.
  • Atas dasar permintaan dokter di RS tersebut UTDC melakukan pemeriksaan reaksi silang antara contoh darah donor dengan contoh darah pasien, yang memakan waktu lebih kurang 1,5 jam.
  • Pemeriksaan ini mutlak harus dilakukan walaupun golongan darah pasien dengan golongan darah donor sama. Bila dalam pemeriksaan silang tidak terdapat kelainan maka barulah darah donor diberikan kepada pasien. Bila pada pemeriksaan ditemukan kelainan atau ketidakcocokan perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari sebab kelainan atau ketidakcocokan tersebut.

Daftar Nomer Telpon UTD PMI Cabang

Viewed 58 times by 29 viewers

BEKAM (tanya jawab) 0

Posted on June 26, 2007 by Rohadi

rohadi Says:
May 27th, 2007 at 12:08 am Mohon dong diberi penjelasan bagaimana sih metode BEKAM , secara teori dan praktek atau realisasi.
Karena pemahaman menyeluruh menjadi kan energi kuat untuk melakukan nya dengan keyakinan sebagai syarat suatu pengobatan.
trimakasih ilmunya

  • attyrumahlima Says:
    May 30th, 2007 at 3:08 am Prinsip dasar bekerjanya terapi ini adalah dengan menggunakan metode akupuntur. Sedangkan mekanisme kerja bekam sendiri adalah memberi tekanan pada titik tsb untuk menimbulkan efek kebal agar pada proses lancing/pelubangan tidak terasa sakit. Pd proses mengeluarkan darah statis dapat kita analogikan dengan proses kapileriteit, dimana darah kotor/kental akan keluar melalui lubang di permukaan kulit ari tsb (lancing) sedangkan darah sehat tidak keluar melalui titik ini.
    Agar lebih percaya diri, ada baik dicoba pada diri sendiri/keluarga. Symptom yang paling mudah menjadi bukti keampuhan metode ini, adalah migrain, nyeri otot hingga kelumpuhan akibat stroke dll. Hampir 72 jenis penyakit dapat diterapi melalui metode ini. Terapi = bukan pengobatan, hanya mengurangi akibat dari penyakit yg diderita pasien. Didalam setiap pembelian alat bekam akan dilengkapi dengan buku akupuntur. Untuk mempraktekkan kepada khalayak ramai sebaiknya membeli buku mengenai BEKAM di gramedia dengan versi Bahasa Indonesia lengkap dengan foto2. Demikian jiuga dengan hal-2 yg harus dihindari. Selamat mencoba, semoga bermanfaat!
  • Viewed 76 times by 39 viewers

    WHO Akhirnya Dukung Khitan 1

    Posted on May 24, 2007 by Rohadi

    WHO akhirnya mendukung khitan pada pria. Katanya, sel di ujung kelamin pria
    diduga rentan infeksi HIV. Padahal Islam sudah ratuhan tahun mempraktekkan

    Hidayatullah. com–Organisasi kesehatan Dunia, WHO, dan program Aids PBB
    mengumumkan, mereka kini mengakui khitan bagi kaum pria secara signifikan
    bisa melindungi kaum pria heteroseks dari bahaya HIV.

    Kedua lembaga ini mengatakan program pengkhitanan bisa menyelamatkan tiga
    juta jiwa dalam waktu 20 tahun ke depan.

    Sebagaimana dikutip BBC, pengkhitanan mulai akan menjadi bagian penting dari
    sejumlah langkah yang dipromosikan oleh PBB dalam memerangi HIV.

    Berbagai uji coba baru-baru ini meyakinkan para pakar bahwa seorang pria
    yang dikhitan, bisa mengurangi resiko HIV lewat penularan seksual
    heteroseks, sebesar 60 persen.

    Jadi di negara-negara yang tingkat HIV-nya tinggi dan kaum laki-lakinya
    tidak disunat, program baru ini bisa bermanfaat sekali.

    Para pakar kesehatan ingin menegaskan bahwa pesan mereka adalah,
    pengkhitanan bisa mengurangi risiko HIV, tetapi bukan mengilangkan risiko.

    Masalah budaya

    Kepala urusan HIV-AIDS WHO, Kevin de Cock, mengatakan, meski sudah dikhitan,
    kaum laki-laki harus tetap melindungi diri dengan cara lain seperti memakai
    kondom dan menghindari perilaku berisiko.

    “Khitan laki-laki jangan dilihat sebagai satu-satunya tindakan. Sunat
    merupakan strategi pencegahan tambahan,” katanya.

    “Kaum laki-laki harus sadar bahwa sunat hanyalah perlindungan parsial.
    Tindakan preventif lain diperlukan, dan kita harus berjaga-jaga agar
    tindakan preventif lain tidak ditinggalkan, ” tambah Kevin de Cock.

    Langkah berikutnya adalah bagi masing-masing negara untuk memutuskan
    bagaimana mereka akan mengkampanyekan sunat, karena masalah ini merupakan
    masalah budaya yang sensitif.

    Kebijakan ini mungkin ditolak oleh kelompok masyarakat tertentu. PBB juga
    ingin mengadakan penelitian lebih lanjut.

    Penyakit Menular

    Sunat atau khitan dalam bahasa Arab berarti memotong ujung kulit kemaluan
    atau qulfah. Kulit yang menutupi kepala zakar. Dalam Islam, amalan khitan
    dimulai zaman Nabi Ibrahim. Artinya, sebelum Barat menemukan manfaatnya,
    Islam telah ratusan tahun mengamalkannya.

    Tahun 2006 lalu, sebuah penelitian menunjukkan, pria yang dikhitan terbukti
    jarang tertular infeksi melalui hubungan seksual dibanding yang tidak
    khitan. Penelitian sebelumnya, khitan mencegah HIV.

    Penelitian yang dimuat dalam jurnal Pediatrics terbitan November 2006 itu
    menunjukkan, khitan ternyata bisa mengurangi resiko tertular dan menyebarkan
    infeksi sampai sekitar 50 persen, yang menyarankan manfaat besar mengenai
    sunat bagi bayi yang baru lahir.

    Penelitian yang sama tentang khitan dan hubungan dengan penyakit AIDS juga
    pernah dipaparkan dalam konferensi internasional ke-25 tentang AIDS di
    Bangkok. Hasilnya sama, khitan bisa mengurangi tingkat HIV (virus penyebab
    AIDS), sipilis, dan borok pada alat kelamin.

    Viewed 44 times by 17 viewers



    ↑ Top