Pengantar: Tema “Pro dan Kontra” edisi kali ini menyoroti seputar persoalan outsourcing. Apa dan bagaimana pendapat seputar persoalan tersebut, berikut disajikan komentar yang disarikan dari sebuah milis. Untuk menjaga privasi, nama dan kota para komentator sengaja disamarkan. Sumber : http://www.tabloidportrait.com/2008/01/16/bisnis-outsourcing/
Andi, Jakarta
Asli dan kenyataan yang tidak dibuat-buat bahwa bisnis outsourcing di Indonesia sangat memeras pekerja dan membuat gemuk pengusaha. Contoh berapa sih gaji seorang cleaning service dengan cara outsourcing itu hanya Rp.22.000 saja per hari dan kerjanya rata-rata 10 jam. Mereka tidak pernah diangkat karyawan tetap walaupun udah kerja puluhan tahun. Jelas hati mereka teraniaya seperti diiris silet. Walau foto mereka dipampang di famplet untuk promosi perusahaannya dengan wajah tertawa atau tersenyum manis, sebenarnya hatinya menjerit alias menangis karena tersiksa oleh keadaan ini.
Apalagi Outsourcing sebangsa Cleaning service, jukir, satpam, buruh pabrik dll kalau tidak dapat kontrak dari perusahaan yang lain maka akan bangkrut. Menurut saya sih outsourcing itu calo yang memeras karyawan, biasanya yang diperas dulu sebangsa cleaning service, satpam, jukir, buruh pabrik. Padahal, mereka juga butuh masa depan. Mereka punya orang tua yang nganggur/miskin, punya anak isteri atau suami, menyekolahkan anak, kebutuhan hidup sehari-hari. Kalau sampai tidak di-outsource lagi bagaimana mereka bisa hidup. Tidak heran bila sekarang banyak orang depresi.
Bagio, Jakarta
Tapi saat ini semuanya sudah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan Out Sourcing, Bahkan IT saat ini rata-rata dikuasai Out Sourcing. Dan rencana kedepan perusahaan-perusahaan akan menerapkan system Out Sourcing semua.
Akmal, Bandung
Seharusnya Depnaker membuat undang-undang untuk perusahaan outsourching di negara kita ini, harus ada batasan batasannya, dan kayaknya ga boleh banyak2 perusahaan yang bergerak di bidang tersebut.
Kusman, Semarang
Masa sehh….Lah wong peraturannya memihak kepada pengusaha outsourcing. Yah begitulah kalo pemimpin negara bacgroundnya pengusaha ( saudagar ).
Tunggu saya berkuasa…!!!
Ade, Jakarta
Pemerintah sungguh tega!!!!!!! membiarkan rakyat jelata terinjak-injak sampai titik yang terendah dengan meng”outsourching”kan tenaga kerja. Padahal sistem outsourcing ini sungguh nyata sangat merugikan si tenaga kerjanya, saya pikir sistemnya hampir mendekati romusa
Martono, Bekasi
Yang lebih tragis lagi..ada perusahaan Agent Tenaga Kerja dengan memberikan uang 300-an ribu dijamin bakal mendapatkan pekerjaan dengan gaji minimum 1.7 juta…tapi sampe mencret ngga juga mendapatkan penempatan. Saya himbaukan supaya kita hati2 dengan perusahaan seperti itu. Penipuan secara halus
Haris, Jakarta
Ya begitu deh kalo pimpinan dari kalangan pengusaha… Toh prinsip ekonomi sudah jelas2 kita pelajari dari sejak kita sekolah bahwa “dengan modal sekecil2nya untuk mendapatkan keuntungan sebesar2nya”. Mau digimanain lg, kalo doktrin itu sudah melekat pada diri kita dan juga masyarakat ini terutama yang jadi pengusaha…modal kecil tapi untung besaaaar!
Ardi, Jakarta
Kalo kontrak hanya setahun, kerja jadi gak tenang karena begitu bulan ke 11 udah pusing mikirin kerja, kontrak diperpanjang atau gak ya? Gimana mau tenang bekerja dan berprestasi kalo dibatasi cuman setahun…ya gak?
Jusuf, Tangerang
Lha pemerintahan aja masa jabatan 5 tahun…apalagi para anggota rakyat di DPR…masa kerja 5 tahun, gaji gede ya enak2 aja… Kalo outsourcing…masa kerja 1 tahun, gaji pas2an..gimana mau enak dan maju… Masa kerja 5 tahun aja hasil prestasi kerja belum ada malah tidak ada sama sekali??? Apalagi yang cuma setahun….APA KATA DUNIA!!!
Andre, Jakarta
Saya juga outsourcer di perusahaan IT solution di daerah jakarta. Emang si… gajinya rada suck! Tapi kaloo diliat dari kaca mata freshGraduate.. terhitung standarlah, kebetulan saya pas masuk sebagai freshGraduate..
Saya setuju.. kesempatan berkarir tuh suck di perusahaan ini. Tapi apa bole dikata… IT ya emang nasibnya pasti rata-rata kayak gini… kecuali you bener2 sakti. hoho.. tapi kaloo diitung2.. berapa banyak yang sakti dibanding sama yang pas2an…
Bimo, Semarang
GRRRR!!! SeBaL saya sama perusahaan saya!!! tapi mau gimana!!?? wong saya sendiri yang mau masuk kesini.. dan salah saya sendiri saya gak sakti… Ya sudah la.. ga ada jalan lain.. Mesti merantau ke luar negri secepatnya!!!
Joko, Surabaya
Gimana . kalao yang di Outsourcing itu…1. Presiden dan Wakil Presiden RI 2. Wakil Rakyat yang tidur di kursi MPR DPR. 3. Pejabat Pejabat Negara dari Tingkat Lurah sampai Gubernur…. Asyik gak tuh….????
Mahatir, Jakarta
Kalo saya sih sebaiknya sektor pemerintahan juga dioutsourcing, sehingga orang-orang pemerintahan kerjanya bener
Indro, Jakarta
Lha kok repot-repot…. kalau nggak mau dirugikan ya tinggal pindah kerja atau jadi wiraswasta saja kan….Gitu aja kok repot…
Zaki, Jakarta
Jangan Outsourcing lah… kerjanya jadi kurang serius.. Bawaannya pengen buka JobsDb melulu
Desi, Semarang
Aku pengen punya perusahaan outsourcing……..
Anwar, Medan
Yang perlu dibenahi adalah peraturan outsourcing itu sendiri…Gak masalah ikut outsourcing asal jelas kontraknya n juga masa kerja jangan setahun gitu…gimana mau konsen kerja…baru kerja aja udah mikirin gimana status kerjanya, diperpanjang gak? atau cari2 lowongan gitu… Paling gak masa kerja tuh 3 tahun atau 5 tahun gitu…
Muchtar, Jakarta
Hi, beberapa bulan lalu aku ditugaskan untuk mengelola bisnis outsourcing… menyediakan tenaga programmer untuk beberapa perusahaan… dan banyak di antara teman-teman kami bertahan sampai dengan 2 tahun… mengapa? Saya katakan kepada mereka, bisnis outsourcing bertujuan bukan untuk memeras tenaga anda dan memperkaya perusahaan, tapi menjadikan anda lebih professional pada bidang anda… sebagai contoh, seorang fresh graduate kami bisa bayar gajinya net 2.5jt di luar makan siang + lembur + makan malam… (2 tahun lalu) tapi sebelumnya kami didik mereka lebih jauh pada bidang mereka… kami kuatkan pengetahuan mereka… ada beberapa orang yang minta gaji hanya < 2.5jt… tapi kami bayarkan sesuai standard kami… bahkan ada yang meminta lebih dan menurut kami memang bagus… ya kami beri..
Kedua saya katakan, bahwa hanya 2 tahun, selebihnya cari pekerjaan baru, karena ilmu selama 2 tahun sudah cukup untuk mencari pekerjaan baru yang gajinya lebih banyak… kenyataan, banyak mantan outsourcing yang dapat 2x dari gaji awal setelah 1-1.5 tahun bekerja… Berdasarkan hal tersebut, sebenarnya intinya apa sih… manajemen karir… kita sebagai orang Indonesia terlalu sering mengeluh, gaji kurang, waktu kerja kebanyakan, ongkos transport naik…. tapi tidak bisa mencari kesempatan di balik itu…. maka dibalik kesulitan ada kemudahan… di balik kesulitan ada kemudahan (surrah alam nasrah… ) harus dituntun untuk bisa keluar dari lubang… baru keluar dari lubang…
Untuk para outsourced, anda di beri waktu oleh Allah untuk memprofesionalkan diri anda, mencari network dan akses ke orang-orang tanpa perlu susah, orang yang mungkin akan memberi jalan mudah untuk karir anda berikutnya… selama hal tersebut belum di dapat… Allah masih terus memberi rejeki anda secukupnya menurut-Nya… jika anda terlihat ber”sinar”… pasti kesempatan akan datang… Intinya “perbedaan orang bodoh dan orang pintar adalah orang pintar mencari kesempatan…. bukan menunggu kesempatan…”
Arini, Bekasi
Berpikirlah sebagai pengusaha….dan memiliki banyak tenaga kerja. Bukan hanya sebagai tenaga kerja yang menanti kerja saja.
Joyce, Medan
Outsourcing itu apa sih?
Herman, Tangerang
Kalo menurut saya, berdirinya perusahaan outsourching itu tidak terlepas dari pengaruh UU no. 13 tahun 2003. Perusahaan takut angkat karyawan tetap karena apabila suatu hari perusahaannya kolaps harus bayar karyawan berlipat-lipat apalagi kalo yang udah kerja puluhan tahun. Udah jatuh tertimpa tangga pula. Makanya terpaksa pake karyawan kontrak, trus berhubung repot ngurusin karyawan kontrak akhirnya pake outsourching. Semua itu kembali lagi ke kita masing2 kalo memang kita kerjanya bener, ngak malas2an plus punya attitude yang bagus kenapa harus takut? Kalau kita berprestasi bagus, perusahaan pasti mikirin juga kesejahteraan kita. Masalahnya seringkali karyawan kerjanya males2an, punya attitude yang ngak bagus tapi nuntut gaji dan fasilitas yang baik.
(Sumber: dtf//KF)
Tema Pro Kontra Edisi Depan: Perlukah Buruh Mendirikan Partai Politik? Bagaimana komentar Anda mengenai tema ini? Kami tunggu komentar Anda. Komentar bisa dikirim melalui email ke redaksi@tabloidportrait.com atau SMS ke 08128444457. Terima kasih atas perhatian Anda.
Pengantar: Tema “Pro dan Kontra” edisi kali ini menyoroti seputar persoalan outsourcing. Apa dan bagaimana pendapat seputar persoalan tersebut, berikut disajikan komentar yang disarikan dari sebuah milis. Untuk menjaga privasi, nama dan kota para komentator sengaja disamarkan.
Andi, Jakarta
Asli dan kenyataan yang tidak dibuat-buat bahwa bisnis outsourcing di Indonesia sangat memeras pekerja dan membuat gemuk pengusaha. Contoh berapa sih gaji seorang cleaning service dengan cara outsourcing itu hanya Rp.22.000 saja per hari dan kerjanya rata-rata 10 jam. Mereka tidak pernah diangkat karyawan tetap walaupun udah kerja puluhan tahun. Jelas hati mereka teraniaya seperti diiris silet. Walau foto mereka dipampang di famplet untuk promosi perusahaannya dengan wajah tertawa atau tersenyum manis, sebenarnya hatinya menjerit alias menangis karena tersiksa oleh keadaan ini.
Apalagi Outsourcing sebangsa Cleaning service, jukir, satpam, buruh pabrik dll kalau tidak dapat kontrak dari perusahaan yang lain maka akan bangkrut. Menurut saya sih outsourcing itu calo yang memeras karyawan, biasanya yang diperas dulu sebangsa cleaning service, satpam, jukir, buruh pabrik. Padahal, mereka juga butuh masa depan. Mereka punya orang tua yang nganggur/miskin, punya anak isteri atau suami, menyekolahkan anak, kebutuhan hidup sehari-hari. Kalau sampai tidak di-outsource lagi bagaimana mereka bisa hidup. Tidak heran bila sekarang banyak orang depresi.
Bagio, Jakarta
Tapi saat ini semuanya sudah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan Out Sourcing, Bahkan IT saat ini rata-rata dikuasai Out Sourcing. Dan rencana kedepan perusahaan-perusahaan akan menerapkan system Out Sourcing semua.
Akmal, Bandung
Seharusnya Depnaker membuat undang-undang untuk perusahaan outsourching di negara kita ini, harus ada batasan batasannya, dan kayaknya ga boleh banyak2 perusahaan yang bergerak di bidang tersebut.
Kusman, Semarang
Masa sehh….Lah wong peraturannya memihak kepada pengusaha outsourcing. Yah begitulah kalo pemimpin negara bacgroundnya pengusaha ( saudagar ).
Tunggu saya berkuasa…!!!
Ade, Jakarta
Pemerintah sungguh tega!!!!!!! membiarkan rakyat jelata terinjak-injak sampai titik yang terendah dengan meng”outsourching”kan tenaga kerja. Padahal sistem outsourcing ini sungguh nyata sangat merugikan si tenaga kerjanya, saya pikir sistemnya hampir mendekati romusa
Martono, Bekasi
Yang lebih tragis lagi..ada perusahaan Agent Tenaga Kerja dengan memberikan uang 300-an ribu dijamin bakal mendapatkan pekerjaan dengan gaji minimum 1.7 juta…tapi sampe mencret ngga juga mendapatkan penempatan. Saya himbaukan supaya kita hati2 dengan perusahaan seperti itu. Penipuan secara halus
Haris, Jakarta
Ya begitu deh kalo pimpinan dari kalangan pengusaha… Toh prinsip ekonomi sudah jelas2 kita pelajari dari sejak kita sekolah bahwa “dengan modal sekecil2nya untuk mendapatkan keuntungan sebesar2nya”. Mau digimanain lg, kalo doktrin itu sudah melekat pada diri kita dan juga masyarakat ini terutama yang jadi pengusaha…modal kecil tapi untung besaaaar!
Ardi, Jakarta
Kalo kontrak hanya setahun, kerja jadi gak tenang karena begitu bulan ke 11 udah pusing mikirin kerja, kontrak diperpanjang atau gak ya? Gimana mau tenang bekerja dan berprestasi kalo dibatasi cuman setahun…ya gak?
Jusuf, Tangerang
Lha pemerintahan aja masa jabatan 5 tahun…apalagi para anggota rakyat di DPR…masa kerja 5 tahun, gaji gede ya enak2 aja… Kalo outsourcing…masa kerja 1 tahun, gaji pas2an..gimana mau enak dan maju… Masa kerja 5 tahun aja hasil prestasi kerja belum ada malah tidak ada sama sekali??? Apalagi yang cuma setahun….APA KATA DUNIA!!!
Andre, Jakarta
Saya juga outsourcer di perusahaan IT solution di daerah jakarta. Emang si… gajinya rada suck! Tapi kaloo diliat dari kaca mata freshGraduate.. terhitung standarlah, kebetulan saya pas masuk sebagai freshGraduate..
Saya setuju.. kesempatan berkarir tuh suck di perusahaan ini. Tapi apa bole dikata… IT ya emang nasibnya pasti rata-rata kayak gini… kecuali you bener2 sakti. hoho.. tapi kaloo diitung2.. berapa banyak yang sakti dibanding sama yang pas2an…
Bimo, Semarang
GRRRR!!! SeBaL saya sama perusahaan saya!!! tapi mau gimana!!?? wong saya sendiri yang mau masuk kesini.. dan salah saya sendiri saya gak sakti… Ya sudah la.. ga ada jalan lain.. Mesti merantau ke luar negri secepatnya!!!
Joko, Surabaya
Gimana . kalao yang di Outsourcing itu…1. Presiden dan Wakil Presiden RI 2. Wakil Rakyat yang tidur di kursi MPR DPR. 3. Pejabat Pejabat Negara dari Tingkat Lurah sampai Gubernur…. Asyik gak tuh….????
Mahatir, Jakarta
Kalo saya sih sebaiknya sektor pemerintahan juga dioutsourcing, sehingga orang-orang pemerintahan kerjanya bener
Indro, Jakarta
Lha kok repot-repot…. kalau nggak mau dirugikan ya tinggal pindah kerja atau jadi wiraswasta saja kan….Gitu aja kok repot…
Zaki, Jakarta
Jangan Outsourcing lah… kerjanya jadi kurang serius.. Bawaannya pengen buka JobsDb melulu
Desi, Semarang
Aku pengen punya perusahaan outsourcing……..
Anwar, Medan
Yang perlu dibenahi adalah peraturan outsourcing itu sendiri…Gak masalah ikut outsourcing asal jelas kontraknya n juga masa kerja jangan setahun gitu…gimana mau konsen kerja…baru kerja aja udah mikirin gimana status kerjanya, diperpanjang gak? atau cari2 lowongan gitu… Paling gak masa kerja tuh 3 tahun atau 5 tahun gitu…
Muchtar, Jakarta
Hi, beberapa bulan lalu aku ditugaskan untuk mengelola bisnis outsourcing… menyediakan tenaga programmer untuk beberapa perusahaan… dan banyak di antara teman-teman kami bertahan sampai dengan 2 tahun… mengapa? Saya katakan kepada mereka, bisnis outsourcing bertujuan bukan untuk memeras tenaga anda dan memperkaya perusahaan, tapi menjadikan anda lebih professional pada bidang anda… sebagai contoh, seorang fresh graduate kami bisa bayar gajinya net 2.5jt di luar makan siang + lembur + makan malam… (2 tahun lalu) tapi sebelumnya kami didik mereka lebih jauh pada bidang mereka… kami kuatkan pengetahuan mereka… ada beberapa orang yang minta gaji hanya < 2.5jt… tapi kami bayarkan sesuai standard kami… bahkan ada yang meminta lebih dan menurut kami memang bagus… ya kami beri..
Kedua saya katakan, bahwa hanya 2 tahun, selebihnya cari pekerjaan baru, karena ilmu selama 2 tahun sudah cukup untuk mencari pekerjaan baru yang gajinya lebih banyak… kenyataan, banyak mantan outsourcing yang dapat 2x dari gaji awal setelah 1-1.5 tahun bekerja… Berdasarkan hal tersebut, sebenarnya intinya apa sih… manajemen karir… kita sebagai orang Indonesia terlalu sering mengeluh, gaji kurang, waktu kerja kebanyakan, ongkos transport naik…. tapi tidak bisa mencari kesempatan di balik itu…. maka dibalik kesulitan ada kemudahan… di balik kesulitan ada kemudahan (surrah alam nasrah… ) harus dituntun untuk bisa keluar dari lubang… baru keluar dari lubang…
Untuk para outsourced, anda di beri waktu oleh Allah untuk memprofesionalkan diri anda, mencari network dan akses ke orang-orang tanpa perlu susah, orang yang mungkin akan memberi jalan mudah untuk karir anda berikutnya… selama hal tersebut belum di dapat… Allah masih terus memberi rejeki anda secukupnya menurut-Nya… jika anda terlihat ber”sinar”… pasti kesempatan akan datang… Intinya “perbedaan orang bodoh dan orang pintar adalah orang pintar mencari kesempatan…. bukan menunggu kesempatan…”
Arini, Bekasi
Berpikirlah sebagai pengusaha….dan memiliki banyak tenaga kerja. Bukan hanya sebagai tenaga kerja yang menanti kerja saja.
Joyce, Medan
Outsourcing itu apa sih?
Herman, Tangerang
Kalo menurut saya, berdirinya perusahaan outsourching itu tidak terlepas dari pengaruh UU no. 13 tahun 2003. Perusahaan takut angkat karyawan tetap karena apabila suatu hari perusahaannya kolaps harus bayar karyawan berlipat-lipat apalagi kalo yang udah kerja puluhan tahun. Udah jatuh tertimpa tangga pula. Makanya terpaksa pake karyawan kontrak, trus berhubung repot ngurusin karyawan kontrak akhirnya pake outsourching. Semua itu kembali lagi ke kita masing2 kalo memang kita kerjanya bener, ngak malas2an plus punya attitude yang bagus kenapa harus takut? Kalau kita berprestasi bagus, perusahaan pasti mikirin juga kesejahteraan kita. Masalahnya seringkali karyawan kerjanya males2an, punya attitude yang ngak bagus tapi nuntut gaji dan fasilitas yang baik.