Pit Onthel dan pejabat

BERITA FOTO, Umum June 26th, 2007

dsc00440.jpg

Pit Onthel

Kendaraan bertenaga keringat ini sebenarnya sangat sesuai untuk kalangan para eksekutif .. disamping sehat , hemat dan gampang ngrumat

Trend mengantisipasi kemacetan , mngantisipasi POLUSI kota(keren yaaa) tapi yang paling cocok mengantisipasi duit nipis akhir bulan.. Ada 2 jenis kendaraan yang paling disukai..satu kendaraan pribadi… dua kendaraan dinas..

karena dengan kendaraan dinas ada yang bilang pamor jadi naek “wah bune tonggo dewe kui pejabat yoo.. kui mobile gonta ganti..” walau seharusnya kendaraan dinas sebagai amanah

“dititipi kok seneng…. kui tukang parkir dititipi okeh”

Ada sedikit yang aku bayangkan.. gimana yaa kalau kendaraan dinas pejabat berupa “Pit Onthel” alias sepeda pancal..

pasti sehat, hemat dan krumat..

dan ada keharusan seminggu sekali bawa pit onthel?

lucu tapi asyik kaliii

dsc00441.jpg

(pilih mana yaa untuk kendaraan dinas?)

Informasi Tip Trick Lowongan Kerja dan Dunia Kerja Terbaru(Hot Job Tips)

Umum, Usaha kita June 26th, 2007

car.jpg

Apakah anda salah satu dari mereka yang bertahan di suatu pekerjan meski merasa bosan dan tak puas, hanya karena takut menghadapi risiko ?

Bila anda ingin benar-benar memiliki pekerjaan yang anda sukai, Anda harus segera bergerak. Ingatlah, waktu terus berjalan, dan semakin tua usia seseorang, semakin berkurang antusiasme dan optimisme nya. Hingga biasanya orang yang lebih muda akan lebih disukai untuk menduduki suatu posisi karena semangatnya yang masih tinggi. Cari tahu impian dan minat anda, kenali kelebihan anda lalu buat calon bos anda terkesan.
1.Buatlah daftar hal-hal yang anda sukai dan tidak.Apa yang membuat anda tidak betah dengan karier anda sekarang ? Job desk yang tidak jelas atau terlalu banyak sehingga anda tidak punya waktu untuk keluarga? Capek karena terlalu banyak deadline? Gaji yang tidak sesuai ? Lingkungan kerja yang tidak menyenangkan ? Atau karena atasan anda ? Sedangkan untuk daftar yang disukai, tulislah apa yang disukai dari pekerjaan anda, kegiatan di waktu luang, atau saat berada di rumah.Apa saja yang membuat anda merasa senang dan bersemangat?

2. Jika anda sudah mengetahui apa yang menjadi minat anda, luangkan waktu untuk mencari tahu karir/pekerjaan apa saja yang sesuai dengan minat anda tersebut.

3. Pengalaman dan keahlian anda yang sekarang ( kemampuan berkomunikasi, kepemimpianan, planning & organizing) , bisa dijadikan “modal” untuk berkarir di bidang yang baru.

4. Jika profesi yang anda minati ternyata mengharuskan anda mengambil kursus atau pendidikan tertentu, pastikan lembaga tersebut memiliki akreditasi yang baik. Dapatkan juga informasi apakah lembaga tersebut membantu para lulusannya untuk mendapatkan pekerjaan 5. Networking sangat penting karena membantu anda mendapatkan informasi dan petunjuk mengenai pekerjaan atau peluang di bidang /industri tertentu. Bahkan mungkin anda bisa berkenalan dengan orang-orang baru sehinga networking anda menjadi lebih luas lagi. Banyak pihak yang bisa menjadi bagian dari networking anda. Kolega / klien anda, teman-teman, keluarga, bahkan alumni kampus anda yang bekerja di bidang yang anda minati.6. Cobalah untuk mendapatkan pengalaman kerja di bidang baru tersebut dengan cara bekerja part time, atau di akhir minggu Selain pengalaman, anda juga akan lebih mengetahui lebih jauh mengenai pekerjaan tersebut. Dengan demikian anda bisa mempertimbangkan, apakah sudah yakin dengan keputusan untuk beralih profesi ke bidang lain

7. Karena karir dan perkembangannya merupakan bagian yang penting dalam hidup anda, cobalah untuk berkonsultasi dengan seorang mentor.

8. Beralih profesi belum tentu membuat anda pindah tempat kerja. Manajemen yang baik biasanya memahami bahwa produktivitas karyawan dipengaruhi oleh kondisi psikologis. Semakin nyaman seseorang dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya, maka semakin tinggi produktivitasnya. Anda sebaiknya mencari tahu, apakah perusahaan tempat bekerja anda sekarang cukup fleksibel untuk job switch.Jika iya, anda bisa membicarakannya dengan pihak manajemen. Satu hal yang perlu dingat, sebelum memulai perbincangan, pastikan anda sudah harus siap, terutama untuk skill yang dibutuhkan untuk menunjang performa anda di bidang yang baru tersebut.

9.Selagi mengikuti kursus atau pendidikan tertentu , anda sebaiknya mulai mempersiapkan diri untuk “strategi menjual diri “, dimulai dengan mencari peluang kerja beserta standar gaji untuk bidang tersebut, membuat surat lamaran dan riwayat hidup yang spesifik dan meyakinkan, dan mempersiapkan diri menghadapi wawancara. Ingatlah, wawancara merupakan kesempatan anda untuk menunjukkan secara langsung dan menjelaskan tentang keahlian dan kemampuan anda kepada pewawancara.

10.Bersikaplah fleksibel saat anda berada di tempat kerja yang baru, terutama untuk status kerja, jabatan dan gaji. Tekankan pada diri anda diri sendiri bahwa yang anda jalani sekarang adalah untuk pengembangan karir yang lebih baik.

BEKAM (tanya jawab)

Kesehatan June 26th, 2007

rohadi Says:
May 27th, 2007 at 12:08 am Mohon dong diberi penjelasan bagaimana sih metode BEKAM , secara teori dan praktek atau realisasi.
Karena pemahaman menyeluruh menjadi kan energi kuat untuk melakukan nya dengan keyakinan sebagai syarat suatu pengobatan.
trimakasih ilmunya

  • attyrumahlima Says:
    May 30th, 2007 at 3:08 am Prinsip dasar bekerjanya terapi ini adalah dengan menggunakan metode akupuntur. Sedangkan mekanisme kerja bekam sendiri adalah memberi tekanan pada titik tsb untuk menimbulkan efek kebal agar pada proses lancing/pelubangan tidak terasa sakit. Pd proses mengeluarkan darah statis dapat kita analogikan dengan proses kapileriteit, dimana darah kotor/kental akan keluar melalui lubang di permukaan kulit ari tsb (lancing) sedangkan darah sehat tidak keluar melalui titik ini.
    Agar lebih percaya diri, ada baik dicoba pada diri sendiri/keluarga. Symptom yang paling mudah menjadi bukti keampuhan metode ini, adalah migrain, nyeri otot hingga kelumpuhan akibat stroke dll. Hampir 72 jenis penyakit dapat diterapi melalui metode ini. Terapi = bukan pengobatan, hanya mengurangi akibat dari penyakit yg diderita pasien. Didalam setiap pembelian alat bekam akan dilengkapi dengan buku akupuntur. Untuk mempraktekkan kepada khalayak ramai sebaiknya membeli buku mengenai BEKAM di gramedia dengan versi Bahasa Indonesia lengkap dengan foto2. Demikian jiuga dengan hal-2 yg harus dihindari. Selamat mencoba, semoga bermanfaat!
  • Lowongan kerja dan lain-lain

    Umum, Usaha kita June 26th, 2007

    PUSING


    Hari ini ada info lowongan kerja - Bank
    Bagi temen-teman silahkan meninggalkan koment , IDe atau info kalau ada lowongan kerja baruinfo lebih lanjut klik disini

    untuk lain masuk ke link ini http://www.karir.com/php/jobseeker/p1024.php?em_name=1&language=0

    Psychology Test

    Umum June 15th, 2007

    Manusia membutuhkan ‘alat’ untuk mengetahui bakat dan kesesuaian mereka dengan suatu bidang tertentu. Hijau Daun menyediakan jasa psikotes untuk kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan dan lain-lain sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan tersebut.

    Psikotes pada pelajar dan mahasiswa biasanya dimaksudkan untuk mengetahui minat bakat dan kesesuaian jurusan di sekolah atau Perguruan Tinggi. Sementara psikotes karyawan dilakukan untuk proses rekrutmen, promosi dan inventarisasi data psikologi karyawan level pelaksana, supervisor dan manajer. Penyelenggaraan psikotes ini dapat ditambahkan dengan proses wawancara untuk melengkapi data yang dihasilkan.

    PSIKOTES PERUSAHAAN

    • Psikotes untuk karyawan level pelaksana, dapat hanya berupa tes psikologi tertulis atau ditambahkan dengan wawancara untuk mendukung/melengkapi data yang diperoleh dari tes sebelumnya. Tes yang diselenggarakan juga bisa dilakukan dengan sistem gugur. Pada tahap awal peserta akan mendapat tes psikologi tertulis. Kemudian peserta yang lolos tahap pertama akan mengikuti wawancara pada tahap berikutnya. Laporan evaluasi lengkap hanya dibuat untuk peserta yang mengikuti tahap wawancara atau bagi peserta yang lolos pada tahap wawancara.

    • Psikotes untuk karyawan level supervisor dan manajer, dilakukan dalam 2 tahap. Peserta mengikuti psikotes tertulis, untuk melengkapi data dapat memilih antara diskusi kelompok dan wawancara atau rangkaian dari keduanya. Penentuan bentuk diskusi kelompok dan wawancara disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan serta uraian jabatan dari pekerjaan yang ditawarkan. Pelaksanaan tes ini juga dapat menggunakan sistem gugur.Bentuk laporan psikotes dan sistem pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan klien.

    PSIKOTES AKADEMIK

    • Psikotes untuk pelajar (SMA dan sederajat), setiap peserta akan memperoleh gambaran mengenai penjurusan sekolah yang disarankan dan tidak disarankan disertai dengan alasan singkat. Setiap peserta mendapatkan saran mengenai strata dan pilihan jurusan jenjang perguruan tinggi.

    • Psikotes untuk mahasiswa (perguruan tinggi & akademi), memberikan gambaran singkat mengenai kesesuaian/tingkat kemampuan peserta untuk mengikuti materi perkuliahan sesuai dengan jenjang atau strata yang akan dipilih. Untuk psikotes pasca masuk perguruan tinggi, penyelenggara (pihak perguruan tinggi/akademi) akan mendapatkan gambaran singkat mengenai kesesuaian dan potensi peserta di jurusan yang telah dipilih.

    Untuk konfirmasi pemesanan dan informasi lebih lanjut.

    Peran-Peran Baru Bagi Fungsi Sumber Daya Manusia dan Para Praktisinya

    Umum June 15th, 2007

    Peran-Peran Baru Bagi Fungsi Sumber Daya Manusia dan Para Praktisinya Oleh Arbono Lasmahadi** Jakarta, 28 Maret 2002

    Globalisasi yang terjadi belakangan ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi kelangsungan hidup organisasi. Globalisasi telah menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat di dalam bisnis, yang menuntut organisasi untuk lebih mampu beradaptasi, mempunyai ketahanan, mampu melakukan perubahan arah dengan cepat, dan memusatkan perhatiannya kepada pelanggan. Globalisasi ini juga dapat memunculkan bahaya, sekaligus kesempatan bagi organisasi. Menurut pakar perubahan John P. Kotter (1995) dalam bukunya Leading Change, globalisasi yang terjadi di pasar dan kompetisi telah menciptakan ancaman, berupa semakin banyaknya kompetisi dan meningkatnya kecepatan dalam bisnis. Namun demikian juga memunculkan kesempatan berupa semakin besarnya pasar dan semakin sedikitnya hambatan-hambatan yang akan muncul. Dalam suasana bisnis seperti ini, Fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam perusahaan harus mampu untuk menjadi mitra kerja yang dapat diandalkan, baik oleh para pimpinan puncak perusahaan, maupun manajer lini. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Stone (1998), bahwa para Manajer SDM saat ini berada dalam tekanan yang tinggi untuk menjadi mitra bisnis strategis, yaitu berperan dalam membantu organisasi untuk memberikan tanggapan terhadap tantangan-tantangan yang berkaitan dengan down sizing, restrukturisasi, dan persaingan global dengan memberikan kontribusi yang bernilai tambah bagi keberhasilan bisnis. Selama ini Fungsi SDM lebih banyak dilihat sebagai pengelola administrasi personalia atau pengawas dari peraturan perusahaan di bidang ketenaga-kerjaan. Pengalaman penulis yang berkecimpung sebagai praktisi SDM, menunjukkan bahwa Fungsi SDM selama ini lebih banyak berperan dalam hal-hal yang menyangkut penyelenggaraan hubungan industrial di perusahaan, seperti pembuatan Peraturan Perusahaan/Kesepakatan Kerja Bersama, menjalin kerjasama dengan Departemen Tenaga Kerja, menyelesaikan perselisihan antara perusahaan dengan serikat pekerja atau karyawan. Yang lebih menyedihkan lagi bila peran Fungsi SDM hanya dianggap penting saat perusahaan ingin melakukan pengurangan jumlah karyawan.

    Selain itu, Fungsi SDM juga seringkali dipersepsikan perannya tidak lebih sebagai pelaksana Administrasi Personalia, yaitu yang mengurus masalah pembayaran gaji karyawan, mengurus cuti karyawan, penggantian biaya kesehatan, dan sebagainya. Demi mendukung para pimpinan puncak dan manajer lini di perusahaan dalam melaksanakan langkah-langkah strategis yang tepat untuk bersaing di pasar global, maka Fungsi SDM dituntut untuk meredefinisi perannya di dalam perusahaan. Tuntutan terhadap peran baru Fungsi SDM sejalan dengan pesan disampaikan oleh Dave Ulrich (1997), seorang Profesor di bidang Pengembangan Perusahaan dari Universitas Michigan: In the field of Human Resources, death rites have been proclaimed, eulogies written and funerals prepared for the demise of the HR Function. But these eulogies are premature. HR as we know it (with images of policy police, regulators, administrative guardians) has passed, and the rise of the new HR is well underwayDari ungkapan di atas, terlihat bahwa peran tradisional Fungsi SDM , yang selama ini ada, tidak dapat lagi dipertahankan sepenuhnya seperti dulu, bila fungsi tersebut ingin tetap hadir di dalam bisnis. Peran tradisional ini bukanlah tidak penting, namun peran tradisional tersebut harus diperluas dan diperkaya. Untuk itulah, maka Fungsi SDM yang ada di perusahaan harus sudah mulai melakukan perubahan perannya, dari pemain peran tradisional yang pasif, menjadi pemain peran yang bertindak proaktif dan memberikan nilai tambah kepada perusahaan.

    Peran Baru Menurut Ulrich (1997), Fungsi SDM harus menetapkan standard yang lebih tinggi dari yang telah mereka miliki hingga saat ini. Mereka harus mengerakkan para praktisinya lebih tinggi dari peran sebagai polisi atau penjaga kebijakan atau peraturan, sehingga dapat menjadi mitra, pemain dan pelopor dalam memberikan keuntungan kepada perusahaan. Untuk itulah Ulrich ( 1997) menyarankan 4 peran baru yang harus dimainkan oleh Fungsi SDM dan para praktisinyanya, agar dapat memberikan hasil dan menciptakan keuntungan dari keberadaan mereka di dalam perusahaan, yaitu :

    Mitra bisnis strategis Sebagai mitra bisnis strategis, Fungsi SDM dan para praktisinyanya dituntut untuk mempunyai kemampuan dalam menterjemahkan strategi bisnis yang ditetapkan perusahaan , menjadi tindakan-tindakan yang nyata di lapangan. Fungsi SDM dan para praktisinya harus mampu memberikan masukkan-masukkan yang bernilai tambah kepada tim bisnis perusahaan, dalam penyusunan strategi bisnis. Disamping itu, seorang praktisi SDM harus mampu mengembangkan ketajaman pengetahuannya di bidang bisnis, mempunyai orientasi terhadap pelanggan dan mempunyai pemahaman tentang kompetisi yang terjadi dalam bisnis yang dijalani oleh perusahaan.

    Ahli di bidang administrasi Sebagai ahli di bidang administrasi, Fungsi SDM dan para praktisinya harus mampu melakukan rekayasa ulang terhadap proses-proses kerja yang dilakukannya selama ini. Dengan demikian proses adminsitrasi di bidang SDM akan menjadi lebih efisien dan efektif dalam melayani kebutuhan manajemen atau para karyawan akan informasi SDM.

    Pendukung & pendorong kemajuan karyawan Dalam perannya sebagai pendukung dan pendorong kemajuan karyawan, Fungsi SDM dan para praktisinyanya dituntut untuk mampu mengenali kebutuhan-kebutuhan para karyawan, menyelaraskan kebutuhan-kebutuhan karyawan dengan harapan-harapan perusahaan, dan berupaya keras untuk melakukan langkah-langkah terbaik untuk mendorong agar kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi secara optimal. Fungsi SDM dan para praktisinya juga harus mampu untuk menciptakan suasana kerja yang dapat memberdayakan karyawan dan memotivasi mereka untuk memberikan kontribusi terbaiknya kepada perusahaan.

    Agen perubahan Dalam kapasitasnya sebagai agen perubahan, Fungsi SDM dan para praktisinyanya dituntut untuk mampu menjadi katalisator perubahan di dalam perusahaan. Fungsi SDM dan para praktisinyanya harus mampu berperan dalam mempercepat dan mengelola proses perubahan yang dicanangkan oleh perusahaan secara efektif. Disamping itu, mereka dituntut pula untuk mampu mengenali hambatan-hambatan yang mungkin dihadapi oleh perusahaan bila perubahan dilakukan. Dengan demikian dapat mencegah terjadinya gejolak sosial, yang kontra produktif di dalam perusahaan.

    Permasalahan Untuk mewujudkan peran-peran seperti tersebut di atas, tampaknya bukanlah hal yang mudah. Banyak masalah yang harus dihadapi oleh Fungsi SDM dan para praktisinyanya. Masalah-masalah tersebut antara lain sebagai berikut :

    1. Adanya mitos yang tidak tepat tentang Profesi SDM yang selama ini hidup di masyarakat, para pemimpin perusahaan, maupun di kalangan praktisi SDM sendiri, seperti yang diungkapkan oleh Ulrich ( 1997) berikut ini :

    MITOS REALITAS
    Orang memilih profesi SDM karena menyukai berhubungan dengan manusia Fungsi SDM tidak dirancang untuk menciptakan aktivitas sosial yang membuat karyawan merasa nyaman, tetapi dirancang untuk membuat karyawan menjadi lebih kompetitif
    Setiap orang dapat menjalankan kegiatan di bidang SDM Kegiatan-kegiatan di bidang SDM didasarkan atas teori dan penelitian. Praktisi di bidang SDM harus mampu menguasai keduanya
    Fungsi SDM hanya berkaitan dengan sisi lunak dari bisnis, sehingga hasil kerjanya tidak perlu diukur Dampak dari pelaksanaan aktivitas di bidang SDM terhadap bisnis harus dapat diukur. Praktisi di bidang SDM harus mampu menjabarkan pekerjaannya dalam bentuk kinerja yang mempunyai nilai finansial
    Fungsi SDM memusatkan perhatiannya pada pengawasan biaya semata Fungsi SDM harus memusatkan perhatiannya pada peningkatan nilai tambah kepada perusahaan, dan bukan menurunkan biaya
    Para praktisi di bidang SDM adalah orang-orang yang lemah lembut Para praktisi di bidang SDM pada suatu saat harus mampu untuk bertindak tegas, berdebat, beradu argumentasi, namun tetap suportif

    2. Belum tersosialisasinya pemahaman tentang Fungsi SDM sebagai sebuah profesi yang bersifat multi disipliner (Psikologi, Ekonomi/Manajemen/Bisnis, Hukum, Teknologi Informasi/Manajemen Informasi) di kalangan praktisi SDM. Hal ini terkadang membuat para praktisi SDM hanya memusatkan sejumlah aspek saja dari disiplin ilmu SDM tersebut. Hal ini mungkin terjadi karena para praktisi yang bersangkutan kurang memahami disiplin ilmu lainnya dibandingkan dengan disiplin ilmu yang dikuasainya.

    3. Peran tradisional dari Fungsi SDM di masa lalu membuat banyak praktisi SDM yang mempunyai keterbatasan dalam memahami strategi bisnis dan keuangan perusahaan secara menyeluruh

    4. Mahalnya investasi di bidang Sistim Informasi SDM (Human Resources Information System) Beberapa Saran Masalah-masalah yang diungkapkan di atas tentunya perlu dicarikan jalan keluarnya. Penulis memahami bahwa masalah-masalah tersebut, bukanlah hal yang mudah untuk diselesaikan. Atas dasar pemikiran itulah, penulis mencoba untuk mengusulkan alternatif pilihan penyelesaian masalah berikut ini, untuk menjadi bahan renungan dan pertimbangan, khususnya bagi para praktisi SDM.

    Penulis menyadari bahwa alternatif-alternatif yang diusulkan di bawah ini, bukanlah seperti sebuah obat mujarab yang langsung dapat menyembuhkan penyakit, namun lebih sebagai sebuah proses berkesinambungan yang sebaiknya perlu mulai dilakukan.

    1. Para praktisi SDM sudah selayaknya menanamkan kesadaran bahwa dalam setiap kebijakan yang dibuat maupun tindakan yang dilakukan, haruslah memberikan nilai tambah kepada perusahaan. Nila tambah ini tidak saja bersifat kualitatif, tetapi juga kuantitatif, yang dapat diukur keberhasilannya. Untuk itulah dalam penyusunan sasaran-sasaran sebaiknya didasarkan atas kriteria-kriteria SMART (Specific, Measurable, Achieveable, Realistic, Time Frame), yang berati bahwa setiap sasaran yang dibuat harus jelas, dapat diukur, dapat dicapai, realistis, dan mempunyai ukuran waktu yang jelas. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam menyusun sasaran-sasaran di bidang SDM, antara lain Performance Management, Balance Scorecard, dll*. (lihat penjelasan istilah)

    2. Untuk meluaskan wawasannya di bidang SDM, maka para praktisi SDM diharapkan untuk dapat secara aktif terlibat dalam membangun jaringan SDM melalui asosiasi-asosiasi SDM, baik yang bersifat lintas bisnis maupun bisnis sejenis.

    3. Untuk menjadi mitra bisnis strategis, maka para praktisi SDM perlu lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca buku-buku/koran/majalah atau mendengarkan ulasan-ulasan di bidang bisnis, bertukar-pikiran dengan para praktisi bisnis di dalam perusahaan, maupun di luar perusahaan, dan secara proaktif memberikan saran-saran kepada manajemen puncak di perusahaan tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh Fungsi SDM dalam mendukung keberhasilan bisnis perusahaan.

    4. Meningkatkan pengetahuan di bidang finansial dengan cara bertukar pikiran dengan para praktisi keuangan di dalam perusahaan, maupun dengan menghadiri pelatihan mengenai keuangan, yang dirancang khusus bagi para manajer/praktisi di luar Bidang Keuangan.

    5. Fungsi SDM dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat di bidang administrasi kepada manajemen dan para karyawan antara lain melalui penggunaan teknologi tepat guna di bidang sistim informasi (HRIS), evaluasi proses kerja, implementasi pendekatan Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management), dan sebagainya.

    6. Agar menjadi pendukung dan pendorong kemajuan karyawan, Fungsi SDM perlu menyelengarakan program-program pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan para karyawan untuk dapat melaksanakan tugasnya secara efektif. Misalnya program pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan dalam berkomunikasi, mengelola waktu kerja, menetapkan sasaran kerja, dan kepemimpinan. Disamping itu para praktisi SDM perlu meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan komunikasi interpersonal dan komunikasi di dalam perusahaan, pengembangan dan pendidikan karyawan, serta kemampuan dalam menyusun strategi remunerasi yang tepat. Mengikuti pelatihan yang terkait dapat menjadi salah satu alternatif. Alternatif lainnya adalah dengan membangun hubungan yang akrab dengan para karyawan melalui kegiatan olah raga maupun rekreasi. Dengan kegiatan olah raga dan rekreasi ini, diharapkan akan terjalin komunikasi yang lebih baik dengan para karyawan.

    7. Fungsi SDM harus dapat memberikan contoh kepada fungsi-fungsi lain di dalam perusahaan dalam hal memulai dan menerima perubahan. Fungsi SDM dapat terus menyempurnakan proses kerjanya, melalui umpan balik yang diterima dari hasil audit internal di bidang SDM, survey pendapat karyawan, maupun dengan menerapkan prinsip-prinsip yang menekankan pada upaya untuk selalu melakukan perbaikan-perbaikan mutu secara berkesinambungan dalam setiap kebijakan yang dibuat atau dalam setiap tindakan yang dilakukan.

    8. Mengingat mahalnya perangkat lunak sistim informasi SDM (HRIS), maka mengembangkan sendiri sistim informasi SDM merupakan salah satu kiat yang dapat dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan ahli-ahli yang ada di dalam perusahaan atau tenaga ahli lepas. Sistim yang dikembangkan ini, harus didasarkan atas hasil survey dan analisa yang mendalam mengenai kebutuhan dan manfaat yang diperoleh dari investasi bidang HRIS ini. Kiat yang lain adalah dengan melakukan outsourcing kebutuhan HRIS kepada pihak diluar perusahaan.

    Penutup Peran dari Fungsi SDM dan para praktisinya saat ini dan di masa yang akan datang harus pararel dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam perusahaannya yang senantiasa berubah dengan cepat, sejalan dengan terjadinya globalisasi. Dalam atmosfir perusahaan seperti ini Fungsi SDM dan para praktisinya dituntut untuk mulai melakukan perubahan yang mendasar dalam memainkan perannya di perusahaan. Dengan perubahan ini, maka Fungsi SDM dan para praktisinya dapat memberikan nilai tambah kepada bisnis perusahaan. Mereka harus mampu untuk menjadi mitra strategis yang handal bagi pimpinan puncak perusahaan, ahli di bidang administrasi, pendukung dan pendorong kemajuan karyawan, dan agen perubahan yang selalu siap untuk menjadi katalisator terhadap perubahan yang digulirkan oleh perusahaan. Peran tradisional sebagai pelaksana administrasi dan penjaga peraturan sudah selayaknya diperbaharui dan diperluas. Untuk mewujudkan peran seperti yang diharapkan di atas, tentunya memerlukan kerja keras dan tekad yang kuat dari para praktisi SDM untuk secara terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya di bidang-bidang yang selama ini mungkin kurang mendapatkan perhatian, seperti bisnis dan finansial, maupun di bidang-bidang yang selama ini menjadi bagian dari Fungsi SDM (Rekrutmen dan Seleksi, Pelatihan, Administrasi Personalia, Hubungan Industrial, dsbnya) . Investasi di bidang sistim informasi SDM juga layak untuk dipertimbangkan, sebagai salah cara yang dapat dilakukan untuk membuat kinerja dari Fungsi SDM menjadi lebih efisien dan efektif.

    (jp) Penjelasan Istilah: Performance Management adalah sebuah konsep atau pendekatan yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dan kinerja individual dari karyawan. Tujuan dari performance management ini adalah untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan kinerja karyawan secara keseluruhan, dengan cara menyelaraskan sasaran-saaran yang ingin dicapai perusahaan dan sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh individu karyawan, dan secara berkesinambungan mengevaluasi kemajuan yang dicapai dari sasaran-sasaran tersebut. Balance Scorecard adalah salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan. Pendekatan ini dilakukan dengan cara mengkombinasikan pengukuran-pengukuruan tradisional yang menggunakan parameter finansial dengan pengukuran-pengukuran yang bersifat non-finansial. Pendekatan ini dapat memberikan para manajer informasi yang lebih kaya dan lebih relevan tentang aktifitas-aktifitas yang dikelolanya. Balance scorecard secara klasik mempunyai 4 parameter/struktur yang harus diukur, yaitu :

    1. Perspektif finansial (mis : keuntungan, pertumbuhan, biaya, dll)

    2. Perspektif pelanggan (mis : persepsi terhadap harga, kualitas pelayan, kepuasan pelanggan, dll)

    3. Perspektif internal (mis : daur waktu, produktifitas, proses kerja, dll)

    4. Perspektif belajar dan tumbuh (mis : Pengetahuan, pengembangan produk, pelatihan, dll)

    ** Penulis adalah Psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan praktisi SDM di sebuah perusahaan multinasional.

    Memotivasi Karyawan

    Umum June 15th, 2007

    anak4.jpg

    Memotivasi Karyawan Oleh Johanes PapuTeam e-psikologiJakarta, 9 Juli 2002Keberhasilan perusahaan (manajemen) dalam mempertahankan karyawan terbaik yang dimiliki tidaklah dicapai dengan cara yang mudah. Hal tersebut hanya dapat terjadi berkat kepiawaian manajemen dalam memahami kebutuhan karyawan dan kemampuan mereka untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif yang dapat membuat para karyawannya merasa termotivasi secara internal. Kebutuhan Karyawan Salah satu teori motivasi yang banyak mendapat sambutan yang amat positif di bidang manajemen organisasi adalah teori Hirarki Kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow. Menurut Maslow setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan yang tersusun secara hirarki dari tingkat yang paling mendasar sampai pada tingkatan yang paling tinggi. Setiap kali kebutuhan pada tingkatan paling rendah telah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi. Pada tingkat yang paling bawah, dicantumkan berbagai kebutuhan dasar yang bersifat biologis, kemudian pada tingkatan lebih tinggi dicantumkan berbagai kebutuhan yang bersifat sosial. Pada tingkatan yang paling tinggi dicantumkan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. HIRARKI KEBUTUHAN ABRAHAM MASLOW

    Kebutuhan untuk aktualisasi diri

    Kebutuhan untuk dihargai

    Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi

    Kebutuhan akan rasa aman dan tentram

    Kebutuhan fisiologis dasar

    Dalam perusahaan kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas diterjemahkan sebagai berikut:

    Kebutuhan fisiologis dasar: gaji, makanan, pakaian, perumahan dan fasilitas-fasilitas dasar lainnya yang berguna untuk kelangsungan hidup pekerja Kebutuhan akan rasa aman: lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk ancaman, keamanan jabatan/posisi, status kerja yang jelas, keamanan alat yang dipergunakan. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi: interaksi dengan rekan kerja, kebebasan melakukan aktivitas sosial, kesempatan yang diberikan untuk menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain Kebutuhan untuk dihargai: pemberian penghargaan atau reward, mengakui hasil karya individu Kebutuhan aktualisasi diri: kesempatan dan kebebasan untuk merealisasikan cita-cita atau harapan individu, kebebasan untuk mengembangkan bakat atau talenta yang dimiliki. Mengingat bahwa setiap individu dalam perusahaan berasal dari berbagai latarbelakang yang berbeda-beda, maka akan sangat penting bagi perusahaan untuk melihat apa kebutuhan dan harapan karyawannya, apa bakat dan ketrampilan yang dimilikinya serta bagaimana rencana karyawan tersebut pada masa mendatang. Jika perusahaan dapat mengetahui hal-hal tersebut, maka akan lebih mudah untuk menempatkan si karyawan pada posisi yang paling tepat, sehingga ia akan semakin termotivasi. Tentu saja usaha-usaha memahami kebutuhan karyawan tersebut harus disertai dengan penyusunan kebijakan perusahaan dan prosedur kerja yang efektif. Untuk melakukan hal ini tentu bukan perkara yang gampang, tetapi memerlukan kerja keras dan komitmen yang sungguh-sungguh dari manajemen. Lingkungan Kerja Kondusif Semua karyawan memliki kebutuhan untuk mengungkapkan diri, ingin diterima sebagai bagian dari “anggota keluarga/perusahaan”, ingin dipercaya dan didengar kata-katanya, dihargai oleh manajemen dan bangga terhadap apa yang dikerjakannya. Melalui komunikasi dua arah (termasuk rapat/meeting) pihak manajemen dapat mengidentifikasi hal-hal tersebut sekaligus menginformasikan tentang tujuan-tujuan perusahaan, target market dan rencana masa depan lalu mendorong karyawannya untuk memberikan feedback. Pihak manajemen juga harus belajar bagaimana membentuk “budaya perusahaan” dan lingkungan kerja yang kondusif. Hal ini hanya dapat dicapai melalui praktek kepemimpinan dan manajemen perusahaan yang baik, pendekatan kemanusiaan, keadilan bagi semua, struktur karir yang jelas, program pelatihan dan pengembangan yang terpadu, dukungan peralatan kerja yang memadai, penilaian kinerja yang obyektif, program “reward” yang tepat, gaji dan tunjangan yang memadai serta kegiatan-kegiatan lain yang diadakan oleh perusahaan. Faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah karyawan perlu mengetahui bahwa pihak manajemen mengakui kehadiran mereka, sadar akan arti penting karyawan bagi perusahaan, para manager mampu mengingat nama-nama bawahannya dan tidak segan menyapa mereka. Manager yang gagal mengingat nama bawahannya atau tidak merespon ketika disapa oleh bawahan akan membuat karyawan kehilangan motivasi kerja, kurang loyal dan kurang kepercayaan pada manager tersebut. Para manager dapat memperoleh loyalitas dan kepercayaan dari bawahannya jika ia memperlakukan bawahannya sebagai “mitra kerja”, menunjukkan kepedulian yang tinggi, mau mendengarkan saran dan keluhan dan mau saling berbagi pengalaman. Akhirnya tinggal satu pertanyaan yang harus dijawab para manager: mungkinkah untuk melakukan hal-hal tersebut di perusahaan Anda. Dengan perencanaan yang matang dan niat baik yang didasari kepedulian akan pentingnya.kualitas hidup setiap orang dalam perusahaan, saya yakin para manager akan dapat melakukannya.(jp)

    UANG

    Lentera hati, Pribadi, Umum June 14th, 2007

    uang4.jpgDeni sedang kesulitan keuangan, begitu kata teman-temannya. Kok uang3.jpguang3.jpgtahu? Karena setiap kali kekurangan uang, Deni
    selalu sibuk meminjam uang sana sini. Beberapa temannya ada yang menolak
    karena setiap bulan dia meminjam uang.

    uang3.jpg

    Memang, setelah gajian pasti dibayar, tapi beberapa hari kemudian pinjam
    lagi. Lama-kelamaan teman-temannya
    merasa keberatan. Kalau sudah demikian, maka Deni sibuk mencari-cari siapa
    yang dapat meminjamkan uangnya.

    Akhirnya Deni mendapatkan juga uang yang dibutuhkannya dari pinjaman seorang
    office boy. Sebenarnya Deni malu.
    Uangnya sudah habis padahal baru tanggal 16. Dia sudah tidak punya uang lagi
    untuk naik kereta ke kantor dan untuk
    biaya makan.

    uang5.jpg
    Ketika dia sedang berkeluh kesah dan bingung, tiba-tiba office boy
    menawarkan uangnya. Dia tidak sampai hati melihat
    Deni kesulitan. Deni tadinya menolak karena malu. Masak staf meminjam uang
    dari office boy? Tapi orang tersebut
    benar-benar rela ingin membantunya, sehingga akhirnya Deni menerima
    bantuannya.

    Dalam hati kecilnya Deni merasa sangat malu. Malu sekali!. Tapi Deni
    terpaksa menerimanya, dia benar-benar tidak
    punya uang. Keesokan harinya dia ingin mencari office boy tersebut dan
    mengajaknya berbincang-bincang. Deni
    penasaran. Mengapa office boy tersebut bisa punya uang lebih dan bahkan bisa
    meminjamkan uangnya kepada Deni?

    Bukankah gaji Deni lebih besar? Mereka sama-sama masih bujangan, belum
    menikah. Tapi, mengapa office boy
    tersebut bisa menyimpan uang sedangkan Deni selalu kehabisan uang? Kok bisa?
    Apa kuncinya?
    Siangnya Deni baru mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dan bertukar
    pikiran. Office boy itu memang
    sangat istimewa. Dia paling rajin bekerja. Paling tuntas mengerjakan semua
    tugasnya. Tidak pernah terlambat masuk
    kerja. Padahal kalau dilihat penampilannya sepertinya biasa saja. Orangnya
    sederhana, agak kurus dan sopan, tapi
    tidak terkesan menjilat.

    Sambil makan siang bersama di warung sebelah, Deni mulai menggali kunci
    sukses menyimpan uang yang dilakukan
    office boy tersebut. “Bagaimana caranya sih, kok bisa mempunyai uang lebih?
    Gaji saya selalu habis setelah tengah
    bulan.” Deni membuka percakapan.

    Office boy tersebut mulai bercerita. “Saya dulu juga begitu, mas. Gaji saya
    selalu habis sebelum akhir bulan. Akhirnya
    saya terpaksa meminjam dari teman. Tapi setelah meminjam, rasanya gaji saya
    semakin tidak cukup. Karena setiap kali
    gajian, saya harus mengembalikan uang yang saya pinjam di bulan sebelumnya.
    Jadi uang gaji saya berkurang.
    Akibatnya saya semakin kekurangan mas. Gaji utuh saja tidak cukup, apalagi
    setelah dipotong untuk membayar utang.
    Ya, semakin berkurang lah mas. Semakin lama, utang saya semakin banyak”

    Benar juga, pikir Deni. Pikiran yang sederhana tapi mengandung kebenaran
    karena seperti itulah yang dialaminya. “Jadi
    bagaimana caranya melepaskan diri dari lilitan utang?” tanya Deni.

    “Waktu itu saya diajari oleh nenek saya. Saya pernah pulang kampung tanpa
    membawa uang banyak. Waktu itu nenek
    saya bertanya kemana gaji saya. Saya bilang sudah habis. Langsung saya
    dipanggil dan diberi wejangan oleh beliau.”
    katanya.

    Nenek saya berkata: “Uang itu seperti air. Air selalu mengalir ke tempat
    yang lebih rendah. Kalau tidak dibendung, maka
    air akan mengalir terus. Seperti sungai. Harus dibendung. Setelah dibendung,
    maka uang akan berhenti mengalir dan
    akan mulai bertambah banyak.”

    Hidup prihatin

    Waktu itu saya bertanya: “Bagaimana cara membendungnya? ” Nenek saya menjawab
    tegas:”Prihatin. Bulan depan
    jangan utang lagi.”

    “Tapi nanti kurang nek.”

    “Tidak”, kata nenek. “Begini caranya. Begitu terima gaji, segera lunasi
    utangmu. Sisanya harus dicukupkan untuk
    sebulan. Jangan utang. Kamu jangan makan di luar atau jajan. Kalau perlu
    makan nasi putih dan garam, kecap atau
    kerupuk saja. Pasti cukup.” Lalu saya diajak menghitung berapa uang yang
    harus saya sisihkan untuk ongkos, berapa
    untuk beli beras, garam, kecap dan kerupuk, dan lain-lain.

    Nenek benar-benar meminta saya hidup secara prihatin. Saya tidak boleh naik
    ojek lagi. Dari rumah saya harus berjalan
    kaki ke jalan raya tempat saya naik angkutan umum. Pulangnya juga tidak naik
    ojek karena ojek cukup mahal. Uang
    saya memang pas-pasan untuk hidup ngirit seperti itu. Tapi memang cukup
    sih.”

    “Bulan depannya, saya disarankan untuk melanjutkan hidup seperti itu. Bulan
    depannya, uang gaji saya sudah mulai ada
    yang bisa saya sisihkan untuk ditabung.

    Bulan ketiga saya mulai makan lebih banyak demi menjaga kondisi tubuh saya,
    bukan lagi dengan garam dan kecap.
    Tapi dua bulan hidup sederhana telah membuat saya tidak ingin beli apa-apa
    lagi. Makanan saya cukup sederhana saja.
    Saya tidak lagi suka jajan. Saya tidak pernah naik ojek lagi. Dari situlah
    saya mulai bisa menabung mas. Sampai
    sekarang.”

    Deni bertanya:”Boleh tahu berapa tabungan kamu? Tapi kalau kamu keberatan
    menjawab, tidak apa-apa. Tak usah
    dijawab.”

    “Tidak apa-apa mas. Tabungan saya hampir enam juta rupiah. Saya ingin
    menabung untuk biaya pernikahan saya tahun
    depan Mas.”

    Deni hanya bisa terharu. Yang penting niat. Kalau mau ngirit, pasti bisa.
    Mengapa uangnya habis terus? Karena
    pengeluaran Deni cukup besar. Padahal sebenarnya bisa dikurangi. Tapi Deni
    cenderung memanjakan dirinya. Dia
    selalu memilih naik ojek. Makan siang selalu di luar, tidak pernah mau
    membawa nasi atau makanan dari rumah.
    Pengeluarannya jauh melebihi gaji yang diperolehnya.

    Rasa haru campur malu membuat Deni bertekad mengubah cara hidupnya. Dia juga
    ingin membendung uang yang
    dimilikinya. Dia takkan membiarkan uangnya mengalir terus. Harus segera
    dibendung. Mulai kapan? Hari ini! Change!
    Start today! Start now!

    http://www.intra. swg/www - Intranet SWG Powered by Mambo Generated:14 June,
    2007, 13:33

    Mau Cari bibit tanaman …??

    EKONOMI & BISNIS, PROMOSI dan PEMASARAN, Umum, Usaha kita June 13th, 2007

    LABORATORIUM KULTUR JARINGAN (LKJ), KEBUN BIBIT & TAMAN BOTANI Jl. Sengguruh No. 32 Malang Telp. 0341-551971 Pesawat 219

    Email : blb@jasatirta1.go.id http:/www.jasatirta1.go

    kebun

    Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 5 Th. 1990, diubah menjadi Perum Jasa Tirta I (PJT I) menurut Peraturan Pemerintah No. 93 Th. 1999. Salah satu tugas PJT I adalah perlindungan DPS.

    Mengapa ada Laboratorium Kultur Jaringan (LKJ), Kebun Bibit & Taman Botani?Untuk menunjang pelestarian lingkungan dan penghijauan di DPS Kali Brantas serta memelihara fungsi daerah tangkapan hujan, PJT I melakukan upaya pembibitan berbagai jenis tanaman baik secara konvensional maupun kultur jaringan.LKJ, Kebun Bibit & Taman Botani merupakan sarana yang dimiliki Perum Jasa Tirta I untuk penyediaan bibit dalam rangka pelestarian Daerah Aliran Sungai dan sekaligus fasilitas edukasi lingkungan bagi berbagai kalangan.

    Kapan LKJ, Kebun Bibit & Taman Botani ada?Keberadaan ketiga sarana tersebut pada awalnya adalah Kebun Bibit yang merawat bibit-bibit tanaman yang transit sementara sebelum disebar ke lokasi-lokasi tanam. Namun karena kebutuhan bibit penghijauan yang meningkat, maka pada tahun 1999 didirikan Laboratorium Kultur Jaringan (LKJ). LKJ berfungsi untuk memproduksi bibit dalam jumlah besar dengan menerapkan proses bioteknologi pada lingkungan aseptik, selanjutnya untuk mengembangkan aspek pendidikan lingkungan sejak usia dini, pada tahun 2006 dibuka Taman Botani.

    litbang-2.jpg

    Dimana lokasi LKJ, Kebun Bibit & Taman Botani?

    Informasi lebih lanjut klik disini

    WAWANCARA KERJA, Menjawab dengan cerdas, taktis dan optimis

    Umum, Usaha kita June 12th, 2007

    Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam
    1. Ceritakan tentang diri anda

    Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda”, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.

    “Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara. “Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.

    Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling.Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”
    Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins.
    Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin-poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.

    2. Hati-hati pertanyaan jebakan

    Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara. Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.

    “Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?’ dan pelamar itu menjawab ’saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’ Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.

    Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal. Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”

    Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja. Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan,” ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.”

    3. Semangat dan bahasa tubuh

    Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.

    Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”, “saya yakin…”, “saya optimis…”. Kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.

    Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing! (Lily Bertha Kartika/ berbagai sumber)

    Tambahan:

    Cara berpakaian yang baik dalam wawancara

    Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:
    · Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
    · Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis., mengkilap, ngejreng).
    · Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing baju atasan).
    · Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).
    · Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.
    Berapa gaji yang anda minta ?

    Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.
    Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan -jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun. Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.

    Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini. Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.

    Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.

    Variasi pertanyaan dalam wawancara

    Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi. Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara

    Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan :
    · Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
    · Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
    · Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
    · Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
    · Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
    · Siapakah yang membiayai studi anda?
    · Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
    · Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?

    Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :
    · Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
    · Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi
    · Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
    · Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut
    · Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
    · Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?
    · Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?

    Pertanyaan mengenai sasaran anda :
    · Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
    · Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
    · Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
    · Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
    · Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?

    Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :
    · Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?
    · Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
    · Apakah yang anda cari dalam bekerja?
    · Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
    · Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?

    Pertanyaan yang perlu dicermati :
    · Tolong buka jendela tersebut ( ada tanda “sedang dicat mohon ditutup”)
    · Kita lanjutkan wawancara ini tanggal 27 Desember 2000 (lebaran).