KOLESTEROL

Kesehatan April 27th, 2007

WARNING
KANDUNGAN KOLESTEROL DARI PER 10 gr MAKANAN
No Nama Makanan ( 10 gr ) Kolesterol ( Mg ) Kategori
1 Putih Telor Ayam

0

Sehat
2 Teripang ( Haisom )

0

Sehat
3 Ubur-Ubur

0

Sehat
4 Susu Sapi Non Fat

0

Sehat
5 Daging Ayam Pilihan Tanpa Kulit

50

Sehat
6 Daging Bebek Pilihan Tanpa Kulit

50

Sehat
7 Ikan Sungai Biasa

55

Sehat
8 Daging Sapi Pilihan Tanpa Lemak

60

Sehat
9 Daging Kelinci

65

Sehat
10 Daging Kambing Tanpa Lemak

70

Sehat
11 Ikan Ekor Kuning

85

Sehat
12 Daging Asap (Ham)

98

Sekali-sekali
13 Iga Sapi

100

Sekali-sekali
14 Daging Sapi

105

Sekali-sekali
15 Burung Dara

110

Sekali-sekali
16 Ikan Bawal

120

Sekali-sekali
17 Daging Sapi Berlemak

125

Sekali-sekali
18 Gajih Sapi

130

Hati-hati
19 Gajih Kambing

130

Hati-hati
20 Keju

140

Hati-hati
21 Sosis Daging

150

Hati-hati
22 Kepiting

150

Hati-hati
23 Udang

160

Hati-hati
24 Kerang / Siput

160

Hati-hati
25 Belut

185

Berbahaya
26 Santan Kelapa

185

Berbahaya
27 Susu sapi

250

Berbahaya
28 Susu sapi Cream

280

Berbahaya
29 Coklat / Cacao

290

Berbahaya
30 Mentega / Margarin

300

Berbahaya
31 Jeroan Sapi

380

Berbahaya
32 Kerang Putih / Remis / Tiram

450

Berbahaya
33 Telor Ayam

500

Berbahaya
34 Jeroan Kambing

610

Berbahaya
35 Cumi-Cumi

1170

Pantang
36 Kuning Telor Ayam

2000

Pantang
37 Otak Sapi

2300

Pantang
38 Telor Burung Puyuh

3640

Pantang
Keterangan :
Kolesterol Normal dalam darah : 160 - 200 Mg
Kolesterol tinggi akan mengakibatkan penyakit mendadak seperti Hipertensi, Jantung, Stroke,
kematian.

MAkan = Obat ?

Kesehatan April 27th, 2007

Makanan bisa jadi obat? Lebih tepat bila dikatakan meredakan. Nenek moyang kita sudah terbiasa mengonsumsi makanan tertentu untuk meredakan keluhan penyakit. Jadi tak ada salahnya belajar dari mereka.Yuk!

1. Sakit kepala?
Makanlah ikan! Konsumsi banyak ikan, karena minyak ikan membantu mencegah sakit kepala. Begitu pula jahe, yang mengurangi peradangan dan sakit.

2. Cegah Stroke?
Minum teh! Cegah ternetuknya cadangan lemak di dinding arteri dengan minum teh secara teratur (sesungguhnya teh juga menekan nafsu makan dan melunturkan lemak..apalagi teh hijau juga oke untuk sistem kekebalan)

3. Kena insomnia?
Minum madu! Minum madu sebatai teman minum teh atau langsung diminum begitu saja.

4. Asma?
Konsumsi bawang! Makan bawang dapat membantu mengurangi sesak napas karena serangan asma.

5. Artritis?
Makan ikan dong! Salmon, tuna, mackerel dan sardines sesungguhnya mencegah artritis. Ikan kaya minyak omega yang bagus bagi sistem kekebalan).

6. Perut berontak?
Pisang, jahe deh! Jahe akan menyembuhkan morning sickness dan perasaan mual hendak muntah.

7. Infeksi kandung kemih?
Minum jus berry! Kandungan asam yang tinggi pada jus buah berry mengendalikan bakteri yang berbahaya

8. Punya masalah tulang?
Makanlah nanas! Keretakan tulang dan osteoporosis dapat dicegah dengan kandungan mangan pada nanas.

9. Diare?
Makan apel. Gigitlah apel berikut kulitnya, biarkan sejenak buahnya coklat dan kemudian makankah untuk meringankan diare. Pisang juga bagus untuk meredakan mencret.

10. Penyumbatan arteri?
Makan alpukat. Asam lemak tak jenuh menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

11. Tekanan darah tinggi?
Makan seledri dan minyak zaitun. Minyak zaitun menunjukkan bukti dapat menurunkan keluhan tekanan darah tinggi, sedangkan seledri mengandung zat kimia yang dapat menurunkan tekanan darah.

12. Ketidakseimbangan gula darah?
Makan brokoli dan kacang Kandungan kromium pada brokoli dan kacang membantu mengatur insulin dan gula darah.

13. Gampang lupa?
Makan tiram. Tiram membantu memperbaiki fungsi mental dengan memasok seng yang dibutuhkan otak.

14. Premenstrual syndrome?
Makan cornflakes. Wanita yang kerap emngalami PMS dapat membiasakan mengonsumsi cornflakes yang membantu mengurangi depresi, kelelahan dan kegelisahan.

Fwd: FW: [PROFEC] Renungan di Hari Air Sedunia

SOSIAL BUDAYA April 26th, 2007

Renungan hari air sedunia (file slide)

sebuah renungan atas keberadaan dan nilai air di hari air sedunia

>>>

BERHENTILAH MENJADI GELAS

Islam, Lentera hati April 25th, 2007

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan
ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia
ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang
murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah
kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang
diminta.

Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang
Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”

Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.

“asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”

Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara.
Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari
mulutnya, tapi tak dilakukannya.

Rasanya tak sopan meludah di hadapan guru , begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari
batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya
ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar
mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana
rasanya?”

“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di
atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah
pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”

“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya
lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu
meminum air danau sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam
hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya
segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami
sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu.
Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah.
Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun
manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan
masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa ‘asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung
dari besarnya qalbu yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa
menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi
sebesar danau.”

“SITI DIAHNI SR” <sitidiahni3@gmail.com>

RADANG HATI (hati-hati)

Kesehatan, Pribadi April 25th, 2007

Radang hati yang paling populer memang hepatitis A dan B. Namun belakangan muncul jenis-jenis lain yang kemudian mendapat nama secara alfabetis sesuai dengan urutan waktu penemuannya. Sampai saat ini jenisnya sudah sampai hepatitis G. Masing-masing punya ciri, namun rata-rata gejalanya sama. Umumnya bisa menjurus ke kondisi sirosis dan kanker hati jika tidak ditangani secara tuntas. Apalagi pada para carrier (pembawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit). sayangnya, vaksin yang ada baru bisa mencegah terjangkitnya hepatitis B. Meski begitu, peluang untuk sembuh dari berbagai penyakit ini masih terbuka, apalagi cangkok hati pun mulai dimungkinkan. Gejala orang terkena penyakit hepatitis itu mirip sekali dengan gejala flu. Simak saja keluhan Pak Hamid (51),badannya terasa lemas dan letih, perut kembung, kurang nafsu makan karena mual, malah kadang kala sampai muntah. Semula dokter mengira ia hanya
menderita gangguan lambung atau flu saja.
Namun selang beberapa hari setelah diberi obat keluhannya tidak juga berkurang - malah bola mata putihnya menjadi kekuningan dan air seninya kemerahan.Atas permintaan dokter, Hamid segera periksa darah ke laboratorium. Ternyata hasilnya menunjukkan, ia terserang penyakit hepatitis (peradangan hati) akut yang disebabkan oleh virus. Itu ditunjukkan dengan catatan hasil lab bahwa kadar bilirubin total meningkat, padahal normalnya di bawah 1 mg%, serta SGOT (serum glutamic oxaloacetic transaminase) dan SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase) pun di atas normal. SGOT normal 17 - 20 IU, SGPT normal 15 - 17 IU.Bila hati meradang, organ itu tidak mampu mengeluarkan serta mengatur bilirubin dengan baik, sehingga kadarnya dalam darah meningkat. Peningkatan bilirubin ini yang membuat air kencing berwarna kemerahan (ada yang bilang mirip air teh kental) dan bola mata serta kulit bersemu kekuningan.Ternyata Hamid terinfeksi virus hepatitis B (VHB) karena dari hasil pemeriksaan darah diketahui kadar HBs Ag (Hepatitis B surface antigen) dan Igm antiHbc ternyata positif. Ya, sudah. Mau tak mau Hamid harus mempertimbangkan mennjalani pengobatan dan istirahat total di rumah sakit selama beberapa hari.Berbahaya bila menjadi kronis ? Pak Hamid bertanya-tanya, bagaimana dari mana ia bisa sampai terkena virus hepatitis B?
Penularan hepatitis B bisa melalui bermacam-macam media atau cara.
Bisa lewat barang yang tercemar VHB sesudah digunakan para carrier positif atau penderita hepatitis B, seperti jarum suntik yang tidak sekali pakai, pisau cukur, jarum tato, jarum tusuk kuping, sikat gigi, bahkan jarum bor gigi. Atau, yang terbanyak, akibat berhubungan seksual atau berciuman dengan penderita dan akibat transfusi darah yang terkontaminasi VHB.Cara penularan yang terakhir ini memasukkan para penderita kelainan darah seperti hemofilia (kadar protein faktor VIII atau zat pembeku dalam darah sangat rendah), thalasemia, leukemia, atau melakukan dialisis ginjal ke dalam kelompok rawan atau berisiko tinggi terkena penyakit hepatitis B. Sebab, mereka sering berurusan dengan transfuse darah. Yang tergolong kelompok rawan lainnya yaitu mereka yang bekerja di laboratorium atau ruang darurat rumah sakit, dan kamar mayat. VHB memang tidak menular melalui singgungan kulit, namun kalau ada luka terbuka di kulit lalu terkontaminasi darah yang mengandung VHB,penularan bisa terjadi. Pak Hamid ingat, tak lama sebelum jatuh sakit ia memang iseng-iseng memasang tato nama pada salah satu lengannya. “Itukah biang keladinya?” pikirnya.Sekitar 40% penderita hepatitis, demikian hasil penelitian para ahli, tidak tahu bagaimana atau kapan mereka terinfeksi virus ini. Sebab, gejala baru muncul beberapa minggu atau bulan setelah kemasukan virus. Pada hepatitis takut, gejalanya memang jelas. Tapi pada hepatitis kronis, gejalanya sangat samar dan baru muncul jelas setelah organ hati dalam keadaan cukup parah.Karena itu perlu dijaga agar hepatitis B jangan sampai menjadi kronis. Yang sering kali terjadi, setelah 2 - 3 bulan mendapat serangan hepatitis B akut dan kesehatan penderita tampak membaik, pemeriksaan kadar HBs Ag dalam darah menunjukkan hasil negatif. Ia pun senang karena mengira sudah sembuh. Padahal belum tentu. Karena itu cek darah seharusnya terus dilakukan sebab sekitar 10% penyakit hepatitis B bisa menjadi menahun. Dalam hal ini, tubuh tidak membentuk antibodi terhadap VHB. Virus tetap ngendon di dalam hati
sehingga penderita menjadi carrier positif.Penderita baru dinyatakan sembuh total jika anti-HBs
menjadi positif atau reaktif. Kalau itu yang terjadi, penderita tidak akan mendapat lagi serangan
penyakit tersebut. Karena itu menjadi penting,jangan sampai penyakitnya berkembang menjadi kronis. Sebab, penderita semacam ini berisiko tinggi untuk menderita sirosis hati atau bahkan kanker hati di kemudian hari.Sirosis bandel Lalu apa yang terjadi kalau berkembang menjadi
sirosis hati? Pada seluruh bagian hati akan terbentuk jaringan-jaringan ikat serta tonjolan-tonjolan regenerasi, sehingga struktur jaringan hati menjadi kacau. Komplikasi yang
bisa terjadi antara lain muntah darah karena terjadi varises di tenggorokan (esofagus) atau lambung. Bendungan aliran darah tidak ditimbulkan oleh tonus sekitar esofagus tapi akibat terjadinya gangguan sirkulasi masuknya darah ke hati. Hati yang mengalami sirosis sering memacetkan saluran interseluler yang berfungsi menyaring darah yang mengalir ke

sana. Akibatnya,aliran darah melalui hati tidak lancar serta pembuluh vena melebar. Inilah
yang menyebabkan terbentuknya tonjolan-tonjolan pembuluh vena pada esofagus atau lambung.
Kalau pembuluh itu pecah, darah akan keluar melalui mulut atau dubur.Dengan obat-obatan tertentu dokter selalu mengupayakan jangan sampai terjadi varises, agar penderitaan tidak semakin parah.Walaupun fungsi hati penderita sirosis bisa berangsur-angsur membaik kalau dirawat dengan baik, tapi tidak lagi sempurna karena organ hati terlanjur mengkerut.

Pengalaman seperti itu dimiliki Pak Kifli (61) yang menderita sirosis sejak April 1996. “Saya sudah tujuh kali muntah darah,” keluh Kifli yang pernah mengidap hepatitis B akut pada 1970. Ia mengaku lengah memantau kesehatan livernya lantaran selalu disibukkan oleh kegiatan bisnisnya. Akibatnya, penyakitnya menjadi kronis. “Rasa mual dan kembung yang sering saya rasakan, saya anggap hanya gangguan perut biasa,” ceritanya.Suatu saat tiba-tiba ia muntah darah. Ternyata, ia enderita sirosis hati cukup serius.”Sekarang saya tidak aktif bekerja lagi, karena harus banyak beristirahat, ” tambahnya. Ia sangat mengurangi garam dan lemak dalam menu makanan sehari-hari. Ia lebih banyak minum jus buah apel dicampur wortel serta air rebusan temulawak. Dari pemeriksaan terakhir dinyatakan, tonjolan-tonjolan pada hatinya sudah berkurang, hanya rasa kembungnya masih sering timbul.Menurut para pakar penyakit hati, ada lebih dari satu juta carrier hepatitis B (terutama ras
Vietnam dan Cina) di AS. Sekitar 200.000

Apa

Sosok “Roy Suryo”

Artis April 24th, 2007

Roy Suryo

Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo

;atau sering dipanggil Roy Suryo saja (lahir di Yogyakarta, 18 Juli 1968) adalah seorang pengamat teknologi informasi dan multimedia Indonesia. Dan pernah tercatat sebagai pengajar tamu di Program D-3 Komunikasi UGM, mengajar fotografi untuk beberapa semester namun tidak berstatus sebagai dosen tetap UGM.Ia menyelesaikan kuliah pada Jurusan Ilmu Komunikasi UGM (1991-2001), kemudian mengajar di Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia tahun 1994-2004. Meskipun masuk ke dalam lingkungan politik yaitu di Partai Demokrat selaku Ketua Departemen Kominfo, integritasnya sebagai seorang “pakar” yang independen tidak berubah.

Cukup banyak prestasi yang diperolehnya melalui Ajang Lomba Fotografi tingkat Nasional serta Penghargaan dari berbagai pihak, di antaranya dari Kadin bidang Telematika, Menteri Perhubungan Agum Gumelar, Majalah Trend Digital, Telkomsel, bahkan Garuda Indonesia. Selain di bidang Telematika, Roy juga dikenal aktif di kepengurusan PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia), FPSI (Pederasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia), bahkan selaku salah satu Supervisor di Web Resmi Kepresidenan www.presidensby.info

Hal yang menarik dari Roy Suryo adalah bahwa media massa menggelarinya sebagai “pakar” di bidang teknologi informasi tanpa beliau pernah mendapat pendidikan formal maupun informal di bidang teknologi informasi.

Usaha Penggemukan Sapi

EKONOMI & BISNIS, PROMOSI dan PEMASARAN, Usaha kita April 21st, 2007

KODE : USH01/04/07

Profil Usaha :

Operasional : Sony S, dan rekan
Foto : opeasional

Alamat : Jl. Candi …. Malang

Jenis Usaha : Penggemukan Sapi
Lama Usaha : 1 (satu) tahun atau (min 10 bln)
Jenis Ternak : Sapi Limousin/Sapi Siemental
Jenis sapi Limousin

Kebutuhan Dana Minimal : berkisar 3 - 4 juta (harga per ekor sapi bakalan)

Estimasi Keuntungan Minimal : 80% dari Modal
Lokasi Usaha : Situbondo
Sistem usaha : Bagi Hasil dari keuntungan
Dengan Perincian:
- 40% Pemilik Modal
- 40% Pemelihara
- 10% Administrasi, Transportasi, dll

Deskripsi usaha :
Modal di perlukan untuk membeli sapi bakalan jenis Limousin/ Siemental yang berusia antara 3 - 5 bulan. Jenis sapi ini di pilih karena keunggulan dari segi ketahanan, pertumbuhan, harga dan kemudahan pemeliharaan. Sapi jenis Limousin/Siemental lebih besar dan lebih berat jika di bandingkan dengan sapi jenis lain spt Ongole, Brahman dan Sapi Perah.
Sapi bakalan akan dipelihara antara 10-12 bulan, tergantung pada umur dan pakan. Pada bulan pemeliharaan ke-10 sampai 12, sapi tersebut layak untuk di jual.
Harga sapi bakalan antara 3 - 4 juta, dan sapi siap jual antara 5 - 7 juta, sehingga keuntungan minimal 80% (pada masa tertentu bisa lebih besar)

Faktor Resiko : Penyakit dan Kematian, Pencurian, Bencana Alam
Penanggungan Resiko : Resiko di tanggung sepenuhnya oleh pemilik Modal
Pengalaman :
Saat ini adalah periode kedua saya usaha sapi ini, pada periode pertama tahun lalu, sapi yang saya beli ternyata sedikit meleset dari perkiraan, dimana tingkat kemurnian sapi kurang dari yang di harapkan, karena saat itu membeli sapi jenis campuran Limousin-Ongole, dengan Harga Beli Sapi Bakalan saat itu Rp 2.500.000. Dalam usia 3 bulan pemeliharaan dengan terpaksa harus di jual krn pertimbangan ekonomis. Namun dalam waktu 3 bulan pemeliharaan, sapi tersebut berhasil kami jual seharga Rp3.000.000, sehingga mendapatkan keuntungan Rp 500.000. Dapat di bayangkan jika saya teruskan pelihara 1 th bisa untung: (12bl/3bl) x Rp500.000 = Rp 2.000.000. Itu adalah sekitar 80% dari modal awal yang ditanam

Mau ikut usaha dengan sistem bagi hasil :
kontak kami
Dimarmendrip media - http://mochamad-rohadi.blogspot.com

Script html >Membuat “running text ” di html

IPTEK dan Komputer April 18th, 2007

coba ketik/ copy script ini di notepad dan save as dg nama runningtext.html

panggil dari Internet exploler file runningtext.html diatas

<html>
<title>
<head>
</title>
</head>
<body>
<FONT Size=”5″ face=”verdana” color=”#ffffff”>

<marquee behavior=”ALTERNATE” bgcolor=”#000000″>
<b> A n d a p u n y a u s a h a? </marquee>
<FONT Size=”3″ face=”times newroman” color=”#FFff00″>
<marquee bgcolor=”f00000″><i><b>
dan ingin dipromosikan di internet secara gratis? hubungi kami…</i></b></marquee>

<FONT Size=”2″ face=”arialblack” color=”#000000″>
<marquee behavior=”ALTERNATE” bgcolor=”#FFFFFF”><b>
mochamad.rohadi@gmail.com </b></marquee>

</body>
</html>

akan ada running text seperti di http://mochamad-rohadi.blogspot.com

lain waktu ada script yg lain

selamat mencoba

NARKOBA

Kesehatan April 17th, 2007

Banyak sudah upaya dilakukan para ahli medis maupun pakar rehabilitasi untuk mencari jalan bagi penyembuhan pasien pecandu narkoba. Namun apakah semua model rehabilitasi itu sesuai bagi semua orang? tentu saja tidak demikian. Karena setiap manusia itu unik, dan setiap orang tidak bisa diperlakukan sama antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu kita harus dapat memahami latar belakang dan dasar pemikiran sebuah model rehabilitasi, supaya kita dapat memberikan evaluasi secara benar terhadap keberhasilan dan efektivitas sebuah program rehabilitasi.

Keanekaragaman jenis rehabilitasi bagi para pecandu narkoba sangat bergantung pada keanekaragaman obat-obatan yang disalahgunakan. Bahkan kondisi terapi juga sangat bergantung pada karakteristik dari pengguna yang besangkutan. Karena seseorang menjadi pecandu narkoba itu disebabkan oleh berbagai latar belakang yang sangat berbeda satu sama lain. Apalagi ditambah dengan adanya penyimpangan perilaku sosial mereka yang membuat upaya penanganan menjadi lebih sulit.

Praktek rehabilitasi terhadap pasien penyalahgunaan narkoba ini harus meliputi baik terapi tingkah laku, terapi medis, terapi keagamaan, atau kombinasi dari semua terapi tersebut. Bagaimanapun juga, tingkat keberhasilan dari setiap terapi yang diberikan juga tidak selalu memberikan hasil yang sama bagi setiap orang. Karena itu, setiap proses rehabilitasi harus selalu dievaluasi dan dikaji kembali efektifitasnya. Berikut ini beberapa pengertian yang membuat kita lebih mengenali pengguna narkoba lebih dekat:

- Ciri-Ciri Pengguna

- Overdosis

- Tahap Pengobatan

- Terapi

- Kiat-kiat Berubah

- Pusat Rehabilitasi

Vega & Dian (Tukul Arwana & Empat Mata)

Artis April 16th, 2007

Ternyata, fenomena Empat Mata (Trans 7) bukan cuma mengorbitkan Tukul Arwana beserta atribut laptop dan PDAnya. Kemarin saya ketemu anak-anak mahasiswa yang asyik ngobrolin Vega — yang oleh Tukul biasa dipanggil Ngatini. Sementara sebagian kecil yang lain sibuk ngomongin Dian — rekan Vega yang biasa dipanggil Ngatiyem.

Nama aslinya adalah Vega Darwanthy, kelahiran 12 Maret 1986 eks Ekonomi Trisakti ‘02 tinggal di bilangan Jatinegara. Gayanya yang centil, suka nyela, doyan ngebanyol, plus rambut pony tailnya, jelas bikin gemes dan memikat lawan jenis. Dilihat dari pembawaannya, saya meramalkan sebentar lagi dia bisa menggantikan Tessa Kaunang yang mulai hilang dari peredaran.

Dibanding Vega yang menjadi salah satu maskot Empat Mata, saya lebih prefer Dian. Barangkali karena dia mantan pramugari (flight attendant), pembawaannya jauh lebih kalem, kurang genit, dan tidak terlalu menonjol. Tukul memang baik dan loyal, karena berkat dirinya, Vega, Dian, termasuk Peppy dan Ini Band juga ikut kecipratan rejeki.

Strategi Pemasaran dan Positioning Empat Mata

Suka tidak suka, faktanya Empat Mata saat ini memang sedang menikmati kesuksesannya. Menurut saya, kesuksesan itu tak lepas dari strategi pemasaran yang dilakukan Tukul, segenap pemain pendukung, beserta tim kreatifnya. Antara lain:

Brand Positioning & Marketing Empat Mata

  • Dare to be different
    Dari segi materi lawakan, Tukul cukup orisinil dan up-to-date dibandingkan rekan-rekan seprofesinya. Sebagai seorang pelawak, jam terbang Tukul Arwana memang sudah cukup tinggi — sejak menjadi penyiar radio hingga bermain dengan Srimulat dan pemain senior lainnya.
  • Determine your own fame
    Laptop dan PDA sebenarnya kontradiksi mengingat Tukul memosisikan dirinya sebagai wong ndeso dan katro. Tapi siapa sangka, “kembali ke laap.. toopp..” justru menjadi roket pendorong kesuksesan Tukul. Lebih-lebih, trademark laptop dan PDA terbilang mampu mengalahkan kompetitor lain dan menyampaikan komunikasi secara lebih efektif pada audiens.
  • Make an emotional connection
    Mengingat sebagian besar penduduk Indonesia masih hidup di garis yang serba pas-pasan, jokes Tukul berhasil membuat koneksi emosional dengan mereka. Bila menonton sinetron (yang menonjolkan serba kemewahan) membuat mereka minder, menyimak Empat Mata justru membuat mereka bisa menerima diri mereka apa adanya tanpa harus merasa malu. Feelings of closeness, affection, dan trust inilah yang memikat banyak penonton.
  • Internalize the brand
    Sebenarnya internalisasi merek lebih pas diterapkan untuk tangible goods. Namun, Empat Mata sebenarnya sudah melakukan internalisasi nilai-nilai dan ide-ide yang komprehensif dan koheren, serta secara konstan terus-menerus ditampilkan dan dikomunikasikan dalam setiap tayangannya. Sungguh, ini merupakan cara mengikat pemirsa dengan sangat efektif.